Penulis: Febizio
TVRINews, Boston
Otoritas Gillette Stadium di Boston resmi memulai proses pembongkaran rumput sintetis pada Februari 2026 guna memenuhi regulasi ketat FIFA. Langkah transisi menuju rumput alami ini diperkirakan menelan biaya khusus antara 3 juta hingga 4 juta dolar AS (sekitar 62 miliar rupiah). Melansir LawnStarter, biaya ini mencakup instalasi sistem drainase dan teknologi pendukung karena “FIFA mewajibkan rumput alami demi keamanan pemain dan konsistensi permainan.”
Pengerjaan dimulai segera setelah musim NFL berakhir. Berdasarkan laporan The Blazing Musket, kru lapangan telah terlihat bergerak masif di area stadion karena “proses transformasi ini sangat mendesak agar rumput memiliki waktu yang cukup untuk tumbuh sebelum laga pembuka 13 Juni.”
Namun, persiapan ini dibayangi krisis anggaran keamanan sebesar 7,7 juta dolar AS. Melansir CBS Boston, Ketua Dewan Kota Foxborough, Stephanie Lahti, menegaskan sikap keras pemerintah setempat: “Kami tidak akan mengeluarkan satu sen pun dana dari pembayar pajak Foxborough untuk acara ini jika tidak ada jaminan pendanaan yang jelas.”
Otoritas setempat bahkan mengancam akan menahan izin hiburan sebelum tenggat waktu 17 Maret 2026.
Teknologi Lampu Penumbuh dan Drainase
Mengingat struktur stadion yang masif menciptakan banyak area bayangan, pengelola akan memasang teknologi grow lights. Menurut laporan teknis Sports Business Journal, adaptasi ini bersifat krusial karena “stadion NFL di Amerika Utara tidak dirancang untuk pertumbuhan rumput alami secara berkelanjutan di bawah bayangan tribun yang tinggi.”
Data menunjukkan bahwa penggunaan rumput alami dapat menekan risiko cedera sendi pemain secara signifikan. Hal ini menjadi perhatian utama bagi tim-tim besar seperti Inggris dan Prancis yang dijadwalkan akan berlaga di permukaan lapangan baru tersebut.
Tantangan Logistik dan Anggaran Publik
Selain masalah lapangan, draf anggaran total sebesar 170 juta dolar AS telah diajukan untuk mendukung infrastruktur. Sports Business Journal menyebutkan bahwa pengajuan ini memicu perdebatan karena “terdapat pertanyaan besar mengenai penggunaan dana publik untuk peningkatan fasilitas di stadion milik swasta.”
Pihak penyelenggara kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan konstruksi fisik lapangan sembari menuntaskan konflik anggaran keamanan. Keberhasilan proyek konversi rumput ini akan menjadi tolok ukur kesiapan Boston dalam menyelenggarakan ajang olahraga standar dunia.
Editor: Redaktur TVRINews




