Cetak Sawah Baru, Sulsel Target 33 Ribu, Luwu Utara dan Bone Jatah Paling Luas

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR– Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal mencetak sawah baru. Tahun ini, targetnya mampu mencetak sawah baru seluas 33.700 hektare.

Cetak sawah baru merupakan program pemerintah pusat untuk ekstensifikasi lahan dalam meningkatkan produksi pangan. Lahan non-produktif atau area belum tergarap menjadi sasaran lahan sawah baru.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel Bustanul Arifin menjelaskan anggaran cetak sawah baru ini bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan). Tahapannya mulai dari usulan pemerintah kabupaten/kota di Sulsel.

Lahan yang diusulkan jadi sawah baru menjalani tahap Survei, Investigasi dan Desain (SID). Bustanul menyebut ada beberapa syarat khusus agar usulan lahan bisa menjadi sawah baru.

“Misalkan tidak boleh masuk sempadan sungai. Harus clean and clear kepemilikannya. Harus dimiliki oleh petani dan tidak boleh masuk kawasan hutan,” ujar Bustanul.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran untuk program cetak sawah seluas 33.000 hektare pada tahun 2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah kabupaten/kota yang saat ini masih dalam tahap verifikasi.

Bustanul Arifin, mengatakan seluruh usulan tersebut akan melalui proses Environmental and Social Impact Design (ESID) sebelum dikontrakkan.

“Tahun 2026 ini untuk Sulsel, kita ada anggaran untuk cetak sawah 33.000 hektare. Itu diawali dari usulan kabupaten/kota dan akan diverifikasi melalui ESID,” terangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kepada Gubernur Sulsel terkait adanya poligon-poligon lahan yang diusulkan daerah. Namun, tidak semua lahan tersebut dapat langsung disetujui.

“Kita akan seleksi dulu. Ada tim ESID yang memverifikasi, seperti apa kesesuaiannya. Dari hasil ESID itulah baru kita kontrakkan cetak sawahnya,” jelasnya.

Menurut Bustanul, kondisi geografis Sulsel saat ini membuat ketersediaan lahan untuk cetak sawah baru semakin terbatas. Bahkan, dalam proses awal ditemukan sejumlah usulan yang tidak memenuhi syarat.

“Ada usulan yang ternyata masuk kawasan hutan dan sempadan sungai. Itu jelas tidak dimungkinkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, meskipun total usulan mencapai 33.000 hektare, angka tersebut masih akan disaring kembali berdasarkan hasil verifikasi.

“Dari 33.000 hektare itu akan kelihatan nanti berapa yang benar-benar berkesesuaian dengan syarat, baru kemudian dikontrakkan,” ketusnya.

Untuk wilayah pengusul, Bustanul menyebut Kabupaten Bone dan Luwu Utara menjadi daerah dengan usulan cetak sawah terluas di Sulawesi Selatan.

“Yang terbanyak mengusulkan itu Bone dan Luwu Utara,” kata dia. 

Secara umum, Bustanul melihat masih ada usulan Kabupaten/Kota yang tidak bersyarat. Terdapat usulan lahan yang masuk kawasan hutan. Hal ini disebut Bustanul umum terjadi, mengingat potensi lahan semakin menipis.

“Tapi di Sulsel tidak banyak lagi lahan untuk cetak sawah baru. Malahan kemarin ada beberapa yang diusulkan kabupaten Ternyata cetak sawahnya itu, lahan yang diusulkan itu adalah lahan-lahan yang masuk kawasan hutan, masuk sempadan sungai. Itu yang tidak dimungkinkan,” tandasnya.

Kondisi cuaca di Sulsel saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi produksi beras. Diantaranya di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone mulai mengalami kekeringan.

Di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Amali, dan Ulaweng, hamparan sawah yang biasanya hijau kini tampak mengering. Tanah merekah, padi menguning lebih cepat, bahkan sebagian rebah dan mati.

Kepala Seksi Serealia Dinas Pertanian Bone Nuraqidah, membenarkan adanya laporan awal terkait lahan kering. Di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Amali, dan Ulaweng, hamparan sawah tampak mengering. Namun hingga kini belum ada laporan resmi terkait puso.

“Ada ji beberapa yang melaporkan kondisi lahan mulai mengering, tapi itu baru pemantauan awal. Belum ada laporan masuk yang menyatakan puso,” bebernya.

Titik paling rawan terdampak kekeringan berada pada sawah tadah hujan yang sepenuhnya bergantung pada curah hujan.(edo-uca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Jelang Libur Imlek dan Ramadan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Sambut Imlek, Kirab Barongsai di Kota Madiun Tampilkan 27 Peserta & Lima Naga | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
China Tanam Miliar Pohon di Sekitar Gurun Taklamakan, Hasilnya Mengejutkan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Menko Polkam: Guru Kunci Utama Kemajuan Bangsa
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Menlu Palestina Desak Jerman dan Finlandia Akui Negara Palestina di Forum Munich
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.