Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak menggunakan produk pabrikan kategori ultra processed food (UPF) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, serta libur Tahun Baru Imlek 2026.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan pihaknya akan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi sesuai kelompok usia penerima.
"Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat," kata Dadan, dikutip dari siaran persnya, Minggu, 15 Februari 2026.
Dalam penetapan menu MBG selama Ramadan, lanjut Dadan, juga tidak dianjurkan menyajikan makanan yang cepat basi, bercita rasa pedas, maupun yang berpotensi menimbulkan insiden keamanan pangan.
Untuk skema distribusinya, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dua tote bag dengan warna berbeda untuk memudahkan identifikasi dan proses penukaran.
"SPPG menyediakan dua buah tote bag untuk setiap penerima manfaat dengan warna yang berbeda, misalnya warna biru dan merah agar dapat menjadi pembeda antara kantong tote bag yang sebelumnya digunakan, dengan kantong tote bag yang akan ditukar pada hari berikutnya," jelasnya.
Sementara itu, pada 18-24 Maret 2026 atau cuti bersama lebaran, tidak dilakukan penyaluran MBG bagi seluruh sasaran penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik. Sebagai penggantinya, distribusi dilakukan lebih awal dengan menggunakan paket bundling kemasan sehat.
Paket bundling merupakan penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus. Namun demikian, BGN menekankan batas maksimal makanan yang telah diterima hanya bertahan untuk tiga hari.
Editor: Redaktur TVRINews





