Bukan Harga atau Jarak Tempuh, Ini Masalah Baru Mobil Listrik

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

London, VIVA – Perkembangan mobil listrik terus menunjukkan tren positif di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Namun kini, muncul tantangan baru yang mulai terasa, bukan lagi soal harga atau jarak tempuh, melainkan ketersediaan fasilitas pengisian daya.

Banyak orang dulu ragu beralih ke mobil listrik karena harganya mahal dan jarak tempuhnya dianggap terbatas. Seiring waktu, kedua hal itu mulai membaik, tetapi justru muncul persoalan lain yang mulai sering dibicarakan, yaitu kebutuhan charger yang semakin tinggi.

Baca Juga :
Belum 2 Tahun, Mobil Listrik Viral Ini Disuntik Mati
Mobil Listrik Baru MG Dapat Diskon Besar di IIMS 2026

Data terbaru ChargePoint, dikutip VIVA Otomotif dari Electrek Minggu 15 Februari 2026 menunjukkan bahwa penggunaan stasiun pengisian daya meningkat jauh lebih cepat dibandingkan penambahan jumlah charger baru. Artinya, semakin banyak pengguna mobil listrik harus berbagi fasilitas yang jumlahnya belum tentu bertambah secepat pertumbuhan kendaraannya.

Dalam setahun terakhir saja, tercatat lebih dari 100 juta sesi pengisian daya terjadi di salah satu jaringan pengisian global. Angka ini menandakan bahwa mobil listrik tidak hanya bertambah dari sisi penjualan, tetapi juga semakin sering digunakan dalam aktivitas harian.

Menariknya, lonjakan penggunaan charger ini tidak sepenuhnya dipicu oleh penjualan mobil baru. Jumlah kendaraan listrik yang sudah beredar di jalan justru menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan pengisian daya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik sudah masuk ke tahap baru. Fokusnya bukan lagi seberapa banyak unit terjual setiap tahun, melainkan berapa banyak kendaraan listrik yang sudah aktif digunakan oleh masyarakat.

Dalam dua tahun terakhir, penggunaan jaringan pengisian daya meningkat sangat tajam. Hampir 60 persen dari total jarak tempuh kendaraan listrik yang tercatat selama belasan tahun terakhir justru terjadi dalam periode singkat tersebut.

Penjualan mobil listrik global sendiri masih terus tumbuh, bahkan mengalami kenaikan sekitar 20 persen dalam satu tahun terakhir. Di beberapa wilayah seperti Eropa, pertumbuhannya bahkan lebih tinggi dan menjadi pendorong utama peningkatan kebutuhan pengisian daya.

Namun pertumbuhan penggunaan charger ternyata melampaui pertumbuhan jumlah kendaraan baru. Ini membuat setiap titik pengisian harus melayani lebih banyak pengguna dibanding sebelumnya.

Baca Juga :
Terpopuler: Mobil Listrik Kabin Lega, Destinator Edisi 55 Tahun, hingga Mudik Bareng Honda
Mobil Listrik Banyak, tapi yang Kabinnya Seluas Ini Masih Jarang
Hyundai Ubah Cara Orang Indonesia Pakai Mobil Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Regenerasi Terjaga! Bibit-Bibit Juara Bulutangkis Unjuk Gigi di Kudus
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Kabar Transfer Marcus Rashford, Michael Carrick Tahu Perasaan Sebenarnya Sang Pemain di Barcelona
• 9 jam laluharianfajar
thumb
BRIN: Insiden Cisadane Berisiko Timbulkan Efek Kesehatan Kronis
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Merapat! Belajar Saham di Kelas Cuan Gratis bagi Pemula
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Guardiola Kritik Cara Bermain Anak Asuhnya dalam Kemenangan di Piala FA
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.