UMKM Jabar Dukung Gentengnisasi Presiden untuk Bangkitkan Ekonomi Rakyat

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Tasikmalaya

Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat menyambut hangat rencana gentengnisasi yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dipandang sebagai langkah yang dapat mendorong kebangkitan ekonomi rakyat, khususnya bagi pengrajin genteng tanah liat di wilayah tersebut.

Pembina Komunitas UMKM Jabar Juara Sejahtera (JJS) Edy Suroso,  menyatakan bahwa inisiatif gentengnisasi memberikan harapan besar bagi para pengrajin genteng. Ia percaya bahwa program ini bukan hanya akan memperkuat perekonomian rakyat kecil, tetapi juga bisa mengangkat nama daerah, seperti Tasikmalaya, sebagai pusat produksi genteng nasional.

“Gentengnisasi memberi peluang besar untuk pengrajin genteng tanah liat di Tasikmalaya dan daerah lainnya. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sini,” ujar Edy dalam keterangan yang diterima, Minggu (15/2/2026).

Edy menambahkan bahwa kebijakan ini memberikan kepastian mengenai penyerapan produk genteng lokal, sebuah langkah penting bagi pengrajin yang sering kali menghadapi ketidakpastian pasar. Meskipun begitu, ia juga mengingatkan agar pelaku UMKM mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti skema business-to-government (B2G) yang kemungkinan akan diterapkan dalam program gentengnisasi.

“Para pengrajin harus memastikan bisnis mereka siap untuk memenuhi standar yang akan diterapkan. Ini adalah peluang besar, tetapi jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka niat baik pemerintah bisa saja disalahgunakan oleh korporasi besar,” ujar Edy.

Sebagaimana diketahui, ide gentengnisasi pertama kali disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya pada 2 Februari 2026 di Bogor, Jawa Barat. Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo mengusulkan untuk mengganti atap seng yang banyak digunakan masyarakat dengan genteng tanah liat yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan, guna menciptakan hunian yang lebih nyaman dan berkualitas.

Presiden Prabowo juga menyatakan bahwa koperasi desa, khususnya Koperasi Desa Merah Putih, dapat dilibatkan dalam proyek ini untuk memberdayakan pengrajin genteng lokal dan menciptakan jaringan distribusi yang lebih efisien.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Tasikmalaya Agus Rudianto,  mendukung penuh keterlibatan koperasi dalam program ini. Agus menilai bahwa koperasi bisa menjadi wadah yang aman bagi para pengrajin lokal, memberi mereka perlindungan dari potensi monopoli korporasi besar, dan juga memastikan bahwa keuntungan dari proyek ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Koperasi memiliki peran vital dalam mengelola usaha yang melibatkan UMKM. Dengan koperasi, pengrajin bisa merasa lebih aman, karena mereka akan dilindungi dalam segala aspek produksi dan pemasaran. Selain itu, koperasi juga dapat menjamin harga yang adil bagi pengrajin,” jelas Agus.

Namun, ia juga menekankan pentingnya adanya regulasi yang memadai untuk mendukung koperasi, agar koperasi dapat berfungsi secara maksimal dan tidak terbatas hanya pada keanggotaan, tetapi juga dalam pengelolaan bisnis yang lebih luas.

“Walaupun UU Koperasi sudah ada, kami berharap ada regulasi tambahan yang memungkinkan koperasi untuk berperan lebih banyak, tidak hanya dalam aspek keanggotaan, tetapi juga dalam pengelolaan usaha yang lebih besar,” tambah Agus.

Kebijakan gentengnisasi ini diyakini dapat memberikan dampak besar terhadap ekonomi kerakyatan, tidak hanya untuk pengrajin genteng, tetapi juga bagi sektor UMKM yang terkait. Dengan adanya program ini, diharapkan bisa tercipta lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Presiden Prabowo dalam pidatonya juga menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari upayanya untuk mewujudkan ekonomi yang lebih berkeadilan, dengan memberdayakan sektor UMKM di seluruh Indonesia. Ia berharap, dengan melibatkan koperasi dan pengrajin lokal, proyek ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi ekonomi rakyat.

Edy Suroso menambahkan bahwa selain program gentengnisasi, UMKM di Jawa Barat berharap agar kebijakan ini diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan, agar pengrajin bisa beradaptasi dengan perubahan pasar dan memenuhi standar yang lebih tinggi. Ia juga berharap pemerintah bisa memberikan fasilitas pelatihan dan pembinaan yang memadai.

“Kami siap mendampingi pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri menyambut program ini. Ini adalah peluang besar, dan kami berharap dapat memastikan semua pengrajin siap untuk menghadapinya dengan baik,” pungkas Edy.

Program gentengnisasi diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di Indonesia, dengan memanfaatkan potensi lokal dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, UMKM, dan koperasi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MenPANRB: IKN Momentum Merancang Cara Baru Negara Bekerja
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Gubernur Pramono Melepas 10.000 Peserta Soekarno Run 2026
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Program MBG Membuka Jutaan Lapangan Kerja Baru
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov DKI Cairkan Bansos PKD Januari 2026 untuk 209.949 Penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Perbedaan Skin Tint dan Foundation
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.