REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Para sahabat berlomba-lomba membaca, mempelajari, mengajarkan, menghafal, dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.
Ini merela lakukan hingga meninggalkan di belakang mereka harta benda yang fana dan kenikmatan yang hilang dari kehangatan tempat tidur dan kenikmatan tidur. Kesungguhan ini terbadikan dalam Alquran surat as-Sajadah ayat 16.
Baca Juga
Temuan Baru Ungkap Epstein Bukan Tewas Bunuh Diri, tetapi Dieksekusi Dalam Sel Isolasinya
Warganet Heboh Epstein Jalan-Jalan di Tel Aviv, Benarkah Masih Hidup? Ini Penelusuran Aljazeera
Nama Presiden Donald Trump Muncul Lebih dari Satu Juta Kali dalam Dokumen Epstein
Inilah yang menempatkan para sahabat istimewa dengan Alquran. Dan tak heran pula, Rasulullah SAW sangat memuliakan para ahli Alquran dari kalangan sahabat.
Berikut ini sejumlah peristiwa yang menunjukan betapa Rasulullah SAW sangat memuliakan para sahabat ahli Alquran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pertama, sama seperti tradisi manusia yang memberikan prioritas untuk orang pilihan di hadapan raja-raja mereka, maka beliau SAW mengajarkan kepada para sahabat kedudukan para ahli Alquran dan haknya untuk didahulukan di atas yang lain di hadapan Tuhan semesta alam sebagai imam shalat. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat Muslim:
عن أبي مسعود عقبة بن عمرو بن ثعلبة الأنصاري - رضي الله عنه - قَالَ: قال رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم-: "يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ، وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً، فَإِنْ كَانَتْ قِرَاءَتُهُمْ سَوَاءً، فَلْيَؤُمَّهُمْ أَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً، فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً، فَلْيَؤُممَّهُمْ أَكْبَرُهُمْ سِنًّا، وَلَا تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ، وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amar Tsa’labah al-Anshary RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Biarkanlah jamaah diimami oleh di antara mereka yang paling fasih Alquran dan paling berpengalaman dalam membacanya.
Jika kapasitas mereka sama dalam hal itu, maka biarkanlah di antara mereka yang pertama kali berhijrah yang menjadi imam. Jika mereka sama dalam hal hijrah, maka biarkanlah yang tertua di antara mereka dari segi usia yang mengimami mereka dalam shalat.