JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengingat peran Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, saat merayakan Imlek 2026 di Wihara Avalokitesvara, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026).
“Kita juga patut bersyukur bahwa Imlek tahun 2026 ini dapat dirayakan secara terbuka sebagai bagian dari kebudayaan. Hal ini tidak terlepas dari jasa Almarhum Guru kita bersama, pendiri PKB, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH,” kata Muhaimin.
Baca juga: Cak Imin Kunjungi Wihara Avalokitesvara, Rayakan Imlek Bersama Tokoh Tionghoa
Ia menjelaskan, Gus Dur dengan keberanian moral membuka ruang kebebasan dan kesetaraan bagi seluruh warga negara melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967.
“Perjuangan tersebut terus dirawat secara konsisten oleh Partai Kebangkitan Bangsa dalam menjaga pluralisme kebhinekaan sebagai fondasi kehidupan bernegara,” tegas Cak Imin.
Baca juga: Lampion Merah Dominasi Sudirman–Thamrin Jelang Imlek dan Ramadhan 2026
Ia mengatakan, teladan tersebut mengajarkan bahwa kepemimpinan moral harus berpihak pada kemanusiaan, persatuan, dan kesejahteraan rakyat, bukan pada eksklusivisme atau dominasi.
Menurut dia, PKB akan terus merawat semangat itu melalui refleksi Imlek yang digelar setiap tahun.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk konkret komitmen PKB dalam menjaga pluralisme dan kebinekaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Imlek PKB menjadi sarana untuk saling menjaga dan mengingatkan kita bahwa nilai-nilai persaudaraan adalah fondasi kita hidup bernegara,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang