Bisnis.com, JAKARTA - Pernah coba pancake ala Korea dengan keju mozzarella lumer di tengah gigitan hangat?
Sensasi creamy yang meleleh di mulut berpadu dengan pancake lembut dan manis-gurih kini tengah menjadi tren camilan kekinian di Indonesia. Tak heran jika camilan ini digemari berbagai kalangan, mulai anak muda hingga keluarga.
Yummy Coin hadir sebagai pelopor tren ini pada pertengahan 2024. Konsepnya sederhana yakni pancake berbentuk koin dengan keju mozzarella lumer di tengah, serta berbagai varian rasa manis dan buah seperti coklat, stroberi, hingga kombinasi buah segar. Konsep ini langsung menarik perhatian, karena bisa dinikmati di mana saja, dengan harga mulai dari Rp 17 ribu per buah.
Co-Founder Yummy Coin Bryan Djon menjelaskan bahwa inspirasi menghadirkan pancake ala Korea ini berasal dari franchise Korea yang telah bertahan lebih dari 25 tahun.
“Saya tahu keju mozzarella dan konsep koin ini pasti disukai masyarakat Indonesia. Harganya pun terjangkau dan bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Bryan.
Kesuksesan Yummy Coin mendorong Bryan mengembangkan beberapa brand turunan mulai dari Cheezy Coin, pancake koin dengan variasi keju lebih banyak.
Baca Juga
- Ide Jualan Makanan Kekinian untuk yang Baru mencoba Jualan
Kemudian ada Kumori Pancake ala Jepang, pancake softball dengan saus melimpah, topping, dan es krim, harga Rp 18 ribu per porsi. Pang Waffle ala Thailand, berupa waffle renyah berbentuk sandal crocs dengan isian manis-gurih hingga Yummy Go, konsep mobile yang fleksibel.
Semua brand tersebut hadir di IFBC 2026, menawarkan paket kemitraan mulai dari Rp50 juta hingga Rp70 juta, dengan target break even point kurang dari 6 bulan. Bryan menekankan,
“Mitra bisa pilih brand sesuai lokasi dan preferensi pasar, apakah ingin mobile, pancake ala Jepang, atau waffle ala Korea. Semua dirancang agar cepat balik modal,” tuturnya.
Hingga saat ini, Yummy Coin dan brand turunannya sudah hadir di berbagai kota, mulai Jakarta, Medan, Jogja, Jambi, hingga Kalimantan, dengan penjualan harian bervariasi antara Rp1 juta hingga Rp12 juta, tergantung lokasi.
Bryan mengatakan bahwa para mitra memilih bekerja sama untuk membuka kemitraan dari brand-brand tersebut bukan hanya karena produk enak, tapi juga branding dan manajemen yang solid. “Produk enak adalah pondasi agar brand bisa bertahan lama,” jelasnya.
Selain rasa, strategi marketing juga menjadi kunci. Yummy Coin rutin menggunakan influencer, artis, iklan digital, serta hadir di event dan mall. “Strategi terbaik adalah strategi yang dijalankan. Konsistensi dan kualitas adalah kunci, bukan sekadar viral,” tegas Bryan.
Meskipun kini banyak brand serupa bermunculan, Bryan melihat hal ini sebagai positif. “Kalau orang meniru, artinya konsep kami bagus. Persaingan justru memudahkan mitra membandingkan, dan sejauh ini belum ada yang bisa mendekati kualitas kami.”
Salah satu hal yang membuat pancake kekinian ini berbeda adalah isian keju mozzarella yang lumer. Begitu digigit, keju meleleh lembut, berpadu dengan pancake hangat yang manis-gurih, sensasi yang membuat orang ingin menambah lagi. Tidak heran, tren pancake kekinian ala Korea terus berkembang.





