TABLOIDBINTANG.COM - Dokter kecantikan Samira atau Dokter Detektif (Doktif) buka-bukaan soal dugaan suap dari seterunya, Richard Lee. Doktif mengaku sempat ditawari uang damai dengan nominal fantastis, mencapai Rp50 miliar.
Doktif menegaskan tuduhan tersebut bukan sekedar isu. Ia mengklaim memiliki bukti dari apa yang diucapkannya.
“Upaya memberikan uang damai itu fakta. Saya punya bukti. Jadi jangan sampai ada narasi yang memutarbalikkan keadaan,” buka Doktif kepada wartawan di kawasanMampang Prapatan, Jakarta Sekatan, Sabtu (14/2).
Menurut Doktif, angka Rp50 miliar merupakan nominal terakhir yang ditawarkan melalui pihak perantara.
Meski jumlah tersebut terbilang sangat besar, Doktif menilai nilainya masih jauh dari total kerugian yang ia klaim dialami masyarakat.
“Angka terakhir yang ditawarkan itu Rp50 miliar. Sementara kalau dihitung, kerugian masyarakat bisa lebih dari Rp250 miliar,” tegas Doktif.
Doktif mengaku menolak tawaran tersebut karena sejak awal tujuannya bukan mencari keuntungan pribadi. Ia menyatakan ingin memperjuangkan hak konsumen yang merasa dirugikan.
“Kalau tujuan saya uang, dari awal sudah saya ambil dan saya diam. Tapi saya ingin hak masyarakat dikembalikan,” beber Doktif.
Terkait siapa sosok yang menawarkan uang damai itu, Doktif enggan menyebutkan nama secara langsung. Ia hanya menyampaikan bahwa komunikasi dilakukan melalui beberapa perantara.
Perseteruan Doktif dengan Richard Lee bermula dari konten ulasan dan uji laboratorium independen yang dilakukan Doktif terhadap sejumlah produk skincare yang beredar di pasaran, termasuk produk milik Richard Lee.
Doktif menuding adanya ketidaksesuaian antara klaim label dan kandungan produk.
Di sisi lain, Richard Lee sempat membantah tudingan tersebut dan mempertanyakan metode pengujian yang digunakan.
Polemik ini kemudian bergulir ke ranah hukum. Bahkan, Richard Lee telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam perkara dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.
Tak hanya itu, penyidik juga disebut telah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap Richard Lee guna mendukung proses pemeriksaan.



