India gelontorkan Rp18,5 triliun untuk dukung startup di negaranya

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
India (ANTARA) - India menyetujui program modal ventura senilai Rp18,5 triliun yang didukung negara.
Program ini akan menyalurkan dana pemerintah ke perusahaan rintisan (startup) melalui investor swasta, sekaligus menegaskan komitmen India untuk membiayai sektor berisiko tinggi seperti kecerdasan artifisial (AI), manufaktur maju, dan berbagai bidang yang dikenal sebagai deep tech.

Laman TechCrunch, Sabtu (14/2) melaporkan, program dana sebesar 100 miliar Rupee (Rp18,5 triliun) ini pertama kali diumumkan dalam pidato anggaran Januari 2025 oleh Menteri Keuangan India.

Baca juga: Perbandingan startup di India dan di Indonesia

Pekan ini, atau lebih dari setahun setelah pidato tersebut, kabinet akhirnya memberikan persetujuan sehingga pemerintah dapat mulai menyalurkan dana.

Versi sebelumnya yang diluncurkan pada 2016 juga mengalokasikan 100 miliar Rupee kepada 145 dana swasta, yang kemudian menginvestasikan lebih dari 255 miliar Ruppe (sekitar Rp47,4 triliun) ke lebih dari 1.370 startup, berdasarkan data resmi yang dirilis.

Skema ini menggunakan model "fund of funds", yaitu pemerintah berinvestasi tidak langsung ke startup, melainkan melalui perusahaan modal ventura swasta.

Baca juga: Magna investasikan Rp1,1 triliun di startup kendaraan listrik India

Program terbaru dirancang lebih terarah dibanding versi 2016, dengan fokus pada startup deep tech dan manufaktur yang membutuhkan waktu pengembangan lebih panjang dan modal lebih besar.

Pemerintah juga menargetkan pendiri tahap awal, memperluas investasi ke luar kota-kota besar, serta memperkuat industri modal ventura domestik, terutama dana berukuran kecil.

Menteri TI Ashwini Vaishnaw menyebut jumlah startup di India melonjak dari kurang dari 500 pada 2016 menjadi lebih dari 200.000 saat ini. Sepanjang 2025 saja, lebih dari 49.000 startup terdaftar, tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: Bank ogah kasih pinjaman, startup bus listrik India sulit berkembang

Persetujuan ini menyusul perubahan aturan startup, termasuk memperpanjang status startup untuk perusahaan deep tech menjadi 20 tahun dan menaikkan batas pendapatan untuk mendapatkan insentif pajak, hibah, serta kemudahan regulasi menjadi 3 miliar Rupee (sekitar Rp557,6 miliar), dari sebelumnya 1 miliar Rupee (Rp185,8 miliar).

Keputusan ini juga datang menjelang India AI Impact Summit yang didukung pemerintah dan akan dihadiri perusahaan AI global seperti OpenAI, Anthropic, Google, Meta, Microsoft, dan Nvidia, bersama korporasi India seperti Reliance Industries dan Tata Group.

Baca juga: AISF 2022 perkuat kerja sama dan kolaborasi antara ASEAN dan India

India, salah satu negara berpenduduk terbesar di dunia dengan lebih dari satu miliar pengguna internet, semakin menarik bagi perusahaan teknologi global.

Di sisi lain, pendanaan swasta semakin sulit diperoleh. Ekosistem startup India menghimpun 10,5 miliar dolar AS (Rp176,7 triliun) pada 2025, turun lebih dari 17 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah putaran pendanaan juga merosot hampir 39 persen menjadi 1.518 transaksi, menurut data Tracxn.

Vaishnaw menegaskan program modal ventura baru ini akan tetap fleksibel dan telah melalui konsultasi luas dengan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga: Zoho Corporation tertarik bangun pusat data di Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Staf Khusus Kemenkop RI: Bangka termasuk daerah cepat bangun KDKMP
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Doa Megawati di Tanah Suci: Indonesia Terus Bersatu, Jauh Perpecahan
• 18 jam laludetik.com
thumb
Adsorben Disebar di Sungai Jaletreng dan Cisadane Usai Tercemar Pestisida
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Candra Wijaya gelar kejuaraan bulu tangkis khusus nomor tunggal
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
• 21 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.