Berhenti Menilai dari Harga Beli: Saatnya Berpikir dengan Life Cycle Costing

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Banyak keputusan pembangunan, teknologi, dan kebijakan hari ini masih didasarkan pada satu hal sederhana yaitu melihat dari sisi biaya mana yang paling murah di awal atau pada saat membeli.

Padahal, harga awal sering kali menipu. Mesin murah bisa boros energi, bangunan murah bisa mahal dirawat, dan teknologi “hemat” bisa menjadi beban jangka panjang. Di sinilah Life Cycle Costing (LCC) menjadi penting di mana sebuah cara berpikir yang menggeser fokus dari harga beli menjadi biaya sepanjang umur pakai.

Apa Itu LCC?

Life Cycle Costing adalah metode analisis ekonomi berbasis siklus hidup yang menghitung seluruh biaya yang muncul sejak suatu produk atau sistem dirancang, diproduksi, digunakan, dirawat, hingga akhirnya dibuang atau didaur ulang.

Standar Global: LCC Bukan Sekadar Teori

LCC bukan konsep abstrak. Ia telah diadopsi dalam standar internasional, seperti:

Artinya, perusahaan global, kontraktor, hingga perencana kota telah menggunakan LCC sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

LCC juga mengadopsi berbagai pendekatan berbasis tahapan dalam siklus hidup:

Dengan cara ini, kita bisa melihat bahwa satu produk tidak hanya “hidup” di toko atau proyek, tetapi memiliki jejak biaya panjang yang sering kali tersembunyi.

Komponen Biaya dalam LCC

Dalam penerapan LCC, biaya produksi ditentukan berdasarkan lingkup analisis dengan mempertimbangkan input serta biaya yang dikeluarkan dalam setiap siklus hidup (Ilustrasi 2), antara lain: Biaya Investasi awal (Initial Cost), Biaya Energi (Energy Cost), Biaya Penggantian/Renovasi (Replacement/Renovation Cost), Biaya Operasional dan Pemeliharaan (Operation & Maintenance Cost).

Melalui pendekatan ini, LCC memberikan dasar analitis yang kuat dalam pengambilan keputusan strategis guna memaksimalkan efisiensi ekonomi dan lingkungan sepanjang siklus hidup suatu sistem atau produk.

Lebih dari Sekadar Hitung-Hitungan

Yang membuat LCC menarik bukan sekadar rumusnya, melainkan cara berpikirnya.

LCC mengajarkan bahwa keputusan yang terlihat mahal di awal sering kali justru lebih murah di akhir. Sebaliknya, solusi “hemat” sering menjadi mahal karena biaya tersembunyi di masa depan.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, LCC menjadi jembatan antara efisiensi ekonomi dan tanggung jawab lingkungan. Ketika digabungkan dengan LCA, kita tidak hanya memilih yang murah, tetapi juga yang paling bijak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Beasiswa Olahraga Basket Saring Atlet Muda Berprestasi di Jakarta
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kepala BNPB Serahkan 252 Unit Huntara ke Warga Aceh Tengah
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inara Rusli Bertemu Ketiga Anaknya, Virgoun Sempat Singgung Soal Ultimatum Dan Bantah Mempersulit
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Nicolas Claveau-Laviolette Wujudkan Mimpi sebagai Atlet Ski Lintas Alam Pertama Venezuela di Olimpiade Musim Dingin
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Momen Megawati Umrah Jelang Ramadan 2026, Didampingi Puan dan Prananda
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.