Penyanyi religi yang lekat dengan memori Cinta Rasul, Sulis, kembali meramaikan industri musik lewat karya terbarunya. Setelah sempat lama vakum, Sulis menandai kepulangannya dengan merilis dua lagu sekaligus, yaitu Suara Sukma Palestina (Sholawat Cinta untuk Gaza) dan Sholawat Cinta (Satukan Hati).
Bagi Sulis, musik bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan rasa dan kepedulian. Lewat Suara Sukma Palestina, ia mengirim pesan bahwa Gaza tidak sendirian.
"Suara Sukma Palestina adalah simbol perjuangan, simbol kekuatan, simbol perlawanan terhadap penjajahan, dan simbol keimanan," ujar Sulis di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Kembalinya Sulis ke dunia tarik suara menjadi jawaban atas kerinduan penggemar. Namun, kali ini misinya jauh lebih besar. Ia merasa memiliki tugas moral terus menyuarakan kemanusiaan.
"Jadi setelah vakum beberapa tahun, hari ini saya datang kembali dengan kembali menyuarakan kecintaan dan kepedulian saya terhadap saudara-saudara saya di Palestina," tutur Sulis.
Peduli dengan Nasib Rakyat PalestinaSalah satu hal yang paling menyentuh hati Sulis selama proses produksi dua lagu itu adalah keteguhan hati penduduk Palestina, terutama anak-anaknya.
Ia mengaku takjub melihat kuatnya iman yang terpancar dari lisan mereka meski berada di bawah bayang-bayang peperangan.
"Bagaimana kita bisa melihat anak-anak kecil di sana kalau berkata itu seperti orang bersabda gitu. Kalimat-kalimat itu kalimat-kalimat yang penuh dengan langkah," kenang Sulis.
Dua lagu itu dianggap Sulis sebagai manifestasi doa yang dilantunkan melalui musik.
"Doa saya satu, mereka mendapatkan haknya, mereka mendapatkan tanahnya sendiri, rumahnya sendiri, mereka berhasil mengusir penjajah, dan mereka cepat merdeka seperti hari ini kita rasakan di negeri kita," ucap Sulis.
Ditulis oleh Sang SuamiDi balik lirik yang menyayat hati, Sulis mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa ia akan merilis lagu bertema Palestina secepat ini. Ternyata, proyek ini adalah hadiah rahasia dari sang suami, Muhammad Nur Ohoitenan alias Junaedi.
"Sebenernya saya tuh dikasih kejutan sama suami saya, tiba-tiba saya ditelepon oleh Mas Anwar Fauzi, 'Please ambil nada'. Lagu apa? Pokoknya ambil nada aja dulu. Jadi suami saya ini diam-diam kerjasama sama Mas Anwar Fauzi untuk menciptakan dua lagu ini," ungkap Sulis.
Tak hanya itu, lirik lagu Suara Sukma Palestina lahir hanya dalam hitungan menit. Suami Sulis menulis bait demi bait berdasarkan tumpukan emosi setelah setiap hari menyaksikan penderitaan di Palestina lewat media sosial.
"Lima sampai sepuluh menit (proses nulis lirik), Masya Allah. Karena udah hari-hari itu ngeliatin video-video teman-teman di Palestine. Jadi itu udah menjadi memang isi hatinya, isi batin dia, dan itu isi hati kita semua," jelas Sulis.
Sulis menegaskan, perjuangannya lewat nada tidak akan pernah padam selama keadilan belum tegak di Palestina.
"Jadi saya tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah bungkam untuk terus mengungkap cinta saya dan menyuarakan kebersamaan saya sampai layak Palestina," tutup Sulis dengan nada tegas.
Lagu Suara Sukma Palestina (Sholawat Cinta untuk Gaza) dan Sholawat Cinta (Satukan Hati) sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming digital.





