Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Sumba Barat Daya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat di Desa Kaliwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu warga, Adriana Hedmunrewa, mengaku usahanya tetap eksis meski program tersebut hadir di sekolah-sekolah.
Sebagai pemilik kantin sekolah, Adriana semula merasa khawatir usahanya akan sepi pembeli. Namun kenyataannya, para siswa tetap antusias membeli jajanan yang ia jual seperti nasi bungkus, gorengan, dan es. Ia mengungkapkan bahwa pendapatannya tetap stabil dan tidak mengalami penurunan.
“Kalau lagi laku, dapat sekitar Rp 650 ribu sebulan,” kata Adriana dalam keterangan yang diterima pada Minggu 15 Februari 2026.
Selain dari sisi ekonomi, Adriana merasakan manfaat langsung program MBG terhadap perkembangan pendidikan anaknya, Antonio Adrian Stefanus. Ia melihat sang anak kini jauh lebih aktif dan rajin belajar dibandingkan sebelumnya.
Perubahan signifikan terlihat pada mata pelajaran matematika. Jika sebelumnya Antonio harus selalu didampingi saat belajar, kini siswa kelas 6 sekolah dasar tersebut sudah memiliki rasa percaya diri untuk mengerjakan tugas secara mandiri.
Adriana menceritakan bahwa sejak rutin mengonsumsi menu MBG, anaknya memiliki kebiasaan baru setiap malam. Antonio kini lebih memilih untuk belajar sebelum tidur daripada menghabiskan waktu di depan televisi.
Transformasi perilaku ini berdampak langsung pada prestasi akademiknya. Berdasarkan hasil rapor terakhir, Antonio berhasil meraih nilai tinggi di hampir seluruh mata pelajaran yang diikutinya.
“Ya, saya sempat lihat dia punya nilai waktu terima rapor. Cuma satu yang nilainya tujuh. Semuanya rata-rata delapan,” ujar Adriana.
Melihat berbagai dampak positif tersebut, Adriana berharap program Makan Bergizi Gratis dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah. Baginya, program ini sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Ada keuntungan buat kita yang tidak mampu kasih uang jajan anak. ‘Biar tidak ada uang jajan, yang penting ada MBG,’ mereka bilang begitu,” tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





