Hati-hati Konsumsi Telur Tanpa Kuningnya Bisa Sebabkan Keracunan Makanan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Kuning telur menjadi musuh bagi sebagian masyarakat. Bukan tanpa sebab, kuning dianggap sebagai penyebab kolesterol meningkat. 

Namun seorang ahli jantung asli Dehli malah menghimbau agar masyarakat berhenti membuang kuning telur.  Dr. Alok Chopra mengungkap bahwa mengonsumsi putih telur saja tanpa kuningnya bisa memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari peradangan kronis hingga kekurangan nutrisi.

Baca Juga :
Harga Beras, Bawang, Cabai, Telur dan Daging Ayam Turun, Cek Daftarnya
Harga Beras, Telur, Bawang hingga Daging Sapi Turun, Cek Daftar Lengkapnya

Chopra menjelaskan kuning telur bukan sekadar penambah rasa, melainkan penyeimbang biologis. Ia menjelaskan bahwa ketika putih telur dimakan tanpa kuningnya, bagi banyak orang protein tersebut justru bisa bersifat memicu peradangan.

“Selama bertahun-tahun, kuning telur selalu disalahkan. Padahal, sains dan tradisi sama-sama mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati ada pada keseimbangan. Dari vitamin esensial, lemak sehat, hingga protein lengkap, semua kekayaan yang benar-benar dibutuhkan tubuh ada di dalam kuning telur. Mungkin sudah saatnya kita berhenti takut pada makanan… dan mulai memahaminya,” ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times, Minggu 15 Februari 2026, 

Ia juga menekankan bahwa, kuning telur itu baik untuk kesehatan. 

"Saat anggapan bahwa kuning telur bikin gemuk menyebar luas, kita jarang mempertanyakan apakah lemak tersebut sebenarnya baik atau tidak. Selain itu, seberapa bermanfaat sih hanya makan putih telur? Putih telur tanpa kuningnya adalah protein yang bersifat inflamasi; sedangkan jika dikonsumsi bersama kuningnya, ia menjadi sumber nutrisi yang sangat kaya," sambungnya. 

Membantah mitos kolestero

Chopra juga mengulas berbagai risiko yang bisa muncul dari pola makan tanpa kuning telur.

"Selama bertahun-tahun, kuning telur mendapat reputasi buruk karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Memang benar telur mengandung banyak kolesterol. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan tidak berpengaruh langsung pada kadar kolesterol darah. Putih telur tanpa kuningnya justru bersifat inflamasi bagi banyak orang. Kondisi ini bisa memicu gangguan usus (leaky gut), keracunan makanan akibat salmonella, kekurangan biotin, hingga radang sendi," kata dia. 

Ia juga mengungkap, fakta yang jarang diketahui, yakni sekitar 85 persen kolesterol diproduksi oleh tubuh (bukan berasal dari makanan). 

"Jadi, bagaimana bisa kolesterol dari telur dianggap sepenuhnya buruk," sambungnya. 

Baca Juga :
Harga Telur, Daging Sapi hingga Gula Naik, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Beras, Cabai, Bawang, Telur dan Daging Ayam Kompak Turun, Cek Daftarnya
Pemerintah Bakal Groundbreaking 6 Peternakan Ayam Awal Februari 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pecahan Rupiah Ini Sudah Tidak Berlaku, Cepat Tukar Sebelum Terlambat
• 9 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Sambut Imlek, Candi Borobudur Hadirkan Promo Sunrise dan Sunset
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Syifa Hadju Bilang Persiapan Menikah Lancar, El Rumi Minta Doa
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Pakai pemain pelapis, Bhayangkara Presisi bungkam Garuda Jaya 3-0
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
5 Kebiasaan Malam Hari yang Bikin BB Sulit Turun
• 44 menit lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.