Jakarta (ANTARA) - PT Bank Saqu Indonesia menghadirkan program Sunrise Society Vol.4 “The Circle” untuk membangun partisipasi aktif atau engagement berbasis komunitas, selaras dengan strategi yang menargetkan generasi produktif dan solopreneur sebagai motor pertumbuhan.
Sejak diperkenalkan pada Juli 2025, Bank Saqu Sunrise Society telah menjangkau sekitar 1.200 peserta dan menggandeng sekitar 56 komunitas aktif. Adapun sepanjang 2025, jumlah nasabah Bank Saqu mencapai lebih dari 3,2 juta, dengan sekitar 40 persen berasal dari solopreneur dan generasi produktif.
“Melalui Bank Saqu Sunrise Society, kami membangun engagement berbasis nilai yang relevan dengan segmen nasabah produktif yang menjadi fokus pertumbuhan Bank Saqu,” Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu Willy Apriando dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurut perseroan, pendekatan berbasis komunitas menunjukkan relevansi yang kuat terhadap pertumbuhan nasabah Bank Saqu.
Baca juga: Easycash dan Bank Saqu kolaborasi perluas akses kredit solopreneur
Baca juga: Bank Saqu catat 3,2 juta nasabah di tahun kedua beroperasi
Interaksi komunitas ini tidak hanya meningkatkan brand engagement, tetapi juga mendorong akuisisi dan aktivasi produk secara organik.
Bank Saqu melihat bahwa keterlibatan berbasis gaya hidup (lifestyle) menciptakan hubungan yang lebih kuat dibandingkan pendekatan promosi konvensional.
Sunrise Society Vol.4 “The Circle” yang digelar pada Sabtu (14/2) di area parkir Kuningan City Jakarta, mengusung konsep “One Loop, Two Movements: Run & Ride”.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari komunitas lari, komunitas sepeda, nasabah serta karyawan Bank Saqu.
Menurut perseroan, konsep One Loop, Two Movements yang mempertemukan lari dan bersepeda dalam satu lintasan menjadi simbol kolaborasi lintas komunitas, sebuah refleksi dari bagaimana ekosistem dibangun melalui kebersamaan dan konsistensi.
Bank Saqu meyakini gaya hidup aktif dan kebiasaan finansial saling berkaitan. Disiplin dalam membangun rutinitas sehat memiliki prinsip yang sama dengan membangun ketahanan finansial, dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ke depan, Bank Saqu menyampaikan bahwa pihaknya terus mengembangkan Sunrise Society sebagai platform gaya hidup aktif yang mengajak masyarakat memulai hari dengan bergerak, membangun koneksi dan menumbuhkan semangat hidup yang lebih produktif.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat relevansi Bank Saqu di tengah generasi produktif yang mengedepankan keseimbangan hidup dan finansial.
Baca juga: Bank Saqu perkuat literasi keuangan inklusif lewat "Good Gesture"
Baca juga: Bank Saqu perkenalkan fitur baru guna wujudkan mimpi finansial nasabah
Sejak diperkenalkan pada Juli 2025, Bank Saqu Sunrise Society telah menjangkau sekitar 1.200 peserta dan menggandeng sekitar 56 komunitas aktif. Adapun sepanjang 2025, jumlah nasabah Bank Saqu mencapai lebih dari 3,2 juta, dengan sekitar 40 persen berasal dari solopreneur dan generasi produktif.
“Melalui Bank Saqu Sunrise Society, kami membangun engagement berbasis nilai yang relevan dengan segmen nasabah produktif yang menjadi fokus pertumbuhan Bank Saqu,” Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu Willy Apriando dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurut perseroan, pendekatan berbasis komunitas menunjukkan relevansi yang kuat terhadap pertumbuhan nasabah Bank Saqu.
Baca juga: Easycash dan Bank Saqu kolaborasi perluas akses kredit solopreneur
Baca juga: Bank Saqu catat 3,2 juta nasabah di tahun kedua beroperasi
Interaksi komunitas ini tidak hanya meningkatkan brand engagement, tetapi juga mendorong akuisisi dan aktivasi produk secara organik.
Bank Saqu melihat bahwa keterlibatan berbasis gaya hidup (lifestyle) menciptakan hubungan yang lebih kuat dibandingkan pendekatan promosi konvensional.
Sunrise Society Vol.4 “The Circle” yang digelar pada Sabtu (14/2) di area parkir Kuningan City Jakarta, mengusung konsep “One Loop, Two Movements: Run & Ride”.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari komunitas lari, komunitas sepeda, nasabah serta karyawan Bank Saqu.
Menurut perseroan, konsep One Loop, Two Movements yang mempertemukan lari dan bersepeda dalam satu lintasan menjadi simbol kolaborasi lintas komunitas, sebuah refleksi dari bagaimana ekosistem dibangun melalui kebersamaan dan konsistensi.
Bank Saqu meyakini gaya hidup aktif dan kebiasaan finansial saling berkaitan. Disiplin dalam membangun rutinitas sehat memiliki prinsip yang sama dengan membangun ketahanan finansial, dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ke depan, Bank Saqu menyampaikan bahwa pihaknya terus mengembangkan Sunrise Society sebagai platform gaya hidup aktif yang mengajak masyarakat memulai hari dengan bergerak, membangun koneksi dan menumbuhkan semangat hidup yang lebih produktif.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat relevansi Bank Saqu di tengah generasi produktif yang mengedepankan keseimbangan hidup dan finansial.
Baca juga: Bank Saqu perkuat literasi keuangan inklusif lewat "Good Gesture"
Baca juga: Bank Saqu perkenalkan fitur baru guna wujudkan mimpi finansial nasabah





