DEPOK, KOMPAS.com - Polres Metro Depok bakal membina anak-anak yang terlibat tawuran selama bulan suci Ramadhan melalui kegiatan pesantren kilat.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras mengatakan, rencana tersebut menjadi salah satu langkah untuk menekan angka tawuran remaja.
Baca juga: Pramono Bakal Masukkan Muatan Lokal Budaya Betawi ke Kurikulum Sekolah di Jakarta
"Salah satu yang akan kita tindaklanjuti bagaimana anak-anak yang ikut tawuran nanti akan kita ikutkan pondok pesantren kilat," kata Abdul saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Menurut Abdul, pesantren kilat diharapkan menjadi kegiatan positif yang dapat membina perilaku anak-anak sekaligus mengurangi potensi keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan.
Selain itu, ia menegaskan penggunaan petasan yang tidak sesuai regulasi juga dilarang karena berbahaya dan berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah selama Ramadhan.
"Sehingga tadi petasan dan sebagainya, tentu sesuai dengan regulasi yang ada dan tata aturan yang ada, itu tidak boleh, sehingga jangan juga mengganggu masyarakat yang melakukan ibadah," ujar Abdul.
Polres Metro Depok juga berencana melakukan kajian mendalam terkait regulasi pelaksanaan sahur on the road (SOTR) di wilayah Kota Depok.
"SOTR akan kita bahas dengan Forkopimda dan wali kota, SOTR lebih banyak mudarat daripada manfaat. Memang tujuannya mulia, tapi banyak juga yang beralasan itu tapi tujuannya lain hal dan berujung negatif," jelas Abdul.
Baca juga: JPO di Jakarta Belum Ramah Semua Kalangan, Warga Harapkan Adanya Lift dan Eskalator
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama bulan puasa, Polres Metro Depok juga akan menyiapkan tim patroli khusus yang disiagakan sepanjang Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang