Gol Papa Bouba Diop Mengguncang Dunia: Saat Senegal Menaklukkan Prancis di Piala Dunia 2002

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Pada laga pembuka Piala Dunia FIFA 2002, Senegal yang menjalani debutnya secara mengejutkan menundukkan juara bertahan Prancis 1-0. 

Momen tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen. Gol itu tercipta pada 31 Mei 2002 di Seoul, tetapi gaungnya masih terasa hingga kini.

Bertempat di Seoul World Cup Stadium, Prancis datang sebagai unggulan sekaligus pemegang gelar. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Tim yang empat tahun sebelumnya menjadi kampiun dunia tampil tanpa kohesi seperti edisi 1998. Di sisi lain, Senegal bermain lepas dan percaya diri.

Gol penentu lahir pada menit ke-30. Umpan silang rendah El Hadji Diouf disambut Papa Bouba Diop di depan gawang. Bola sempat memantul sebelum akhirnya bersarang ke jala Prancis. Stadion terdiam, lalu bergemuruh oleh sorak-sorai pendukung Senegal yang menyaksikan sejarah tercipta.

Selepas mencetak gol, Diop melepas jersey bernomor punggung 19 miliknya. Pemain yang kala itu membela RC Lens dan dijuluki “The Wardrobe” karena postur 1,95 meter itu membentangkan kausnya di dekat bendera sudut. 

Ia lalu mengajak rekan-rekannya menari mengelilinginya. Perayaan tersebut menjadi salah satu selebrasi paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

Diop mengenang momen itu pada pada 2018 sila,. Ia mengungkapkan bahwa pada 1998 masyarakat Senegal mendukung Prancis dan ikut merayakan gelar juara mereka. 

Empat tahun kemudian, mencetak gol kemenangan atas tim yang dulu mereka dukung menjadi peristiwa yang membekas sepanjang hidupnya.

Perjalanan Senegal di turnamen itu tidak berhenti di fase grup. Di bawah asuhan mendiang Bruno Metsu, Senegal melaju hingga perempat final sebelum dihentikan Turki melalui gol emas dengan skor 0-1. Capaian tersebut menjadi salah satu kisah paling memikat di Piala Dunia edisi Korea Selatan dan Jepang.

Kepergian Diop pada November 2020 di usia 42 tahun menambah dimensi emosional atas kisah tersebut. Penghormatan mengalir dari berbagai penjuru dunia sepak bola. Pada Piala Dunia di Qatar, para pemain Senegal kembali mengenang sang legenda usai memastikan tiket 16 besar. 

Kapten Kalidou Koulibaly menyebut kemenangan itu dipersembahkan untuk Diop yang dianggap bagian penting dari sejarah dan masa kecil generasi mereka.

Nomor 19 yang identik dengan Diop juga seolah membawa tuah. M'Baye Niang mencetak gol saat Senegal mengalahkan Polandia di Rusia 2018 dengan mengenakan nomor tersebut. Empat tahun kemudian, Famara Diedhiou melakukan hal serupa ketika Senegal menundukkan tuan rumah Qatar.

Selebrasi Diop pun terus menginspirasi. Pada Piala Afrika 2021, Bamba Dieng menirukan gaya tersebut setelah mencetak gol ke gawang Cabo Verde di babak 16 besar, saat Senegal akhirnya meraih gelar kontinental pertamanya.

Di Senegal, ada pepatah yang berbunyi, “Singa sejati tidak pernah mati.” Gol Papa Bouba Diop mungkin hanya satu dalam lembar statistik, tetapi maknanya melampaui angka. 

Ia menjadi simbol keberanian tim debutan, kebanggaan sebuah bangsa, dan momen yang tak lekang oleh waktu dalam sejarah sepak bola dunia.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendes PDT Gandeng Bank Jatim Perkuat Ekonomi Desa
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
KAI Siapkan 60 Kereta Tambahan dan Diskon Tiket 30% untuk Mudik Lebaran 2026
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bayern Muenchen konfirmasi cedera Neuer, diperkirakan absen tiga pekan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
BRI Resmi Luncurkan Kartu Debit Edisi FC Barcelona, Jangkau Basis Culers di Indonesia
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral Pria di Grobogan Nekat Belah Rumah Jadi Dua, Dugaan Perselingkuhan Jadi Pemicu?
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.