Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa Kamar Dagang dan Industri (KADIN) kabupaten/kota memiliki peran strategis sebagai penggerak dan penghubung pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Sultan dalam pelantikan 264 pengurus KADIN kabupaten/kota se-DIY di Yogyakarta, Sabtu (14/2).
Sri Sultan menekankan bahwa KADIN tidak lagi dapat berjalan dengan pola organisasi lama. Menurutnya, KADIN harus mampu menjadi “simpul orkestrasi” yang menyelaraskan potensi ekonomi lintas wilayah di DIY agar tidak berjalan sendiri-sendiri dan menimbulkan fragmentasi.
“Saudara-saudara bukan sekadar representasi dunia usaha, melainkan simpul orkestrasi pertumbuhan. Saudara berada pada posisi strategis untuk menggerakkan industri, menguatkan UMKM, dan menjembatani aspirasi pelaku usaha dengan kebijakan publik,” tegas Sri Sultan dalam sambutannya, Sabtu (14/2).
Sri Sultan juga mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap berpijak pada nilai etik dan kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan tanggung jawab sosial dalam setiap aktivitas usaha.
Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menyatakan bahwa kepengurusan baru KADIN diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjadi wadah bersama bagi seluruh pelaku usaha di DIY.
“Tugas KADIN ke depan adalah memastikan seluruh potensi terhubung dalam sebuah ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Kita ingin pertumbuhan ekonomi DIY tidak hanya cepat, tetapi juga merata,” ujar GKR Mangkubumi.
Pelantikan tersebut mengukuhkan total 264 pengurus KADIN kabupaten/kota se-DIY yang terbagi di lima wilayah.
Rinciannya, KADIN Sleman dengan 80 pengurus dipimpin Yudi Prihantana, KADIN Kota Yogyakarta dengan 72 pengurus di bawah pimpinan Ir. Eko Sutrisno, KADIN Bantul dengan 47 pengurus dipimpin Nur Ikhsan Hidayat, KADIN Gunungkidul dengan 35 pengurus di bawah Joko Pitoyo, serta KADIN Kulon Progo dengan 30 pengurus yang dipimpin Nanang Sukrisna.





