TABLOIDBINTANG.COM - Perjalanan dakwah dan pendidikan Oki Setiana Dewi makin meluas hingga mancanegara.
Sejak 2024, Oki Setiana Dewi memboyong keluarganya menetap di Mesir untuk menempuh studi Ushuluddin di Universitas Al-Azhar, meski sebelumnya telah meraih dua gelar doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta.
Meski menetap di Mesir, aktivitasnya di Indonesia tetap berjalan. Sejak September 2025, Oki menjadi dosen tetap Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan mengajar secara daring. Ia mengaku menikmati peran barunya.
Oki juga aktif melakukan safari dakwah ke berbagai negara saat libur kuliah. Terbaru, akhir Januari lalu, ia berceramah di Indonesia Islamic Centre London, University of Southampton, dan University of Edinburgh.
"Senang rasanya bisa bersilaturahmi dengan teman-teman di sini. Tidak lupa saya menitip pesan di akhir ceramah, 'Saya mau survei kampus, ada yang nemenin enggak?' Hehehe," tulis Oki di Instagram pribadinya.
Sebelumnya, ia juga terlibat program English for Ulama hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, British Council, serta Minhaj Welfare Foundation untuk memperkenalkan Islam Indonesia yang moderat.
Dalam program tersebut, Oki sempat berdialog lintas agama di Gedung Parlemen Inggris bersama anggota parlemen Fiona Bruce.
Produktif Kembali Menulis Buku
Pada liburan Januari-Februari 2026, setelah berdakwah di Inggris, Oki melanjutkan ceramah di Malaysia dan Singapura di hadapan ribuan jemaah.
Ia juga dipercaya menjadi juri ajang dai televisi Malaysia, Mualim Muda.
"Sebelum kembali ke Mesir untuk kembali belajar, saya menghadiri undangan teman-teman di Singapore. Terima kasih telah membuat pertemuan yang indah dengan mempertemukan para daiyah dari negara tetangga," ucap Oki.
Meski menerima banyak undangan dakwah global, Oki tetap memprioritaskan pendidikannya.
“Saya minta maaf belum bisa memenuhi semua undangan dikarenakan saya ingin selalu hadir dalam setiap perkuliahan saya," ujarnya.
Selain kuliah dan mengajar, Oki juga mengelola pesantren tahfidz Maskanul Huffadz yang telah berdiri sejak 2016 di Indonesia dan kini memiliki cabang di Mesir. Ia juga tetap produktif menulis buku.
“Kesibukan sehari-sehari selain kuliah, mengajar di universitas secara daring, mengelola pesantren cabang Mesir, juga menulis buku “ ujarnya.
Oki diketahui telah menulis sejumlah buku, termasuk Melukis Pelangi, Sejuta Pelangi, Cahaya di Atas Cahaya, Hijab I am in Love, hingga Healing Parenting. Saat ini ia tengah menyiapkan buku terbaru berjudul Menjadi Tenang.
“Kehidupan di Mesir yang tak sesibuk saat berada di Indonesia membuat saya mulai produktif kembali menulis buku," tandas Oki.
Kiprah internasional Oki sebenarnya sudah dimulai sejak 2017 saat menerima beasiswa dari Australia Indonesia Institute dan Goethe-Institut.
Baginya, mempelajari Islam di Timur dan Barat memberi sudut pandang yang saling melengkapi dalam dakwah global.


