Liputan6.com, Cilacap - Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra melakukan kunjungan daerah pemilihan (dapil) ke Kabupaten Cilacap dengan agenda silaturahmi, penyerapan aspirasi masyarakat pesisir, serta penyerahan bantuan kapal kepada kelompok nelayan.
Bantuan kapal tersebut diberikan kepada kelompok nelayan, khususnya nelayan muda, sebagai upaya mendorong regenerasi dan menumbuhkan kebanggaan generasi penerus untuk tetap menekuni profesi di sektor kelautan.
Advertisement
Dalam sambutannya, Kaisar menegaskan bahwa profesi nelayan bukanlah pekerjaan yang terbelakang. Menurut dia, sejarah peradaban dunia justru bertumpu pada kekuatan masyarakat agraris dan maritim.
“Nelayan dan petani adalah fondasi peradaban. Tanpa mereka, tidak ada ketahanan pangan dan tidak ada keberlanjutan kehidupan. Profesi ini bukan pekerjaan kelas dua, melainkan profesi yang memiliki sejarah panjang, kehormatan, dan nilai strategis bagi bangsa,” ujar Kaisar.
Ia menambahkan, sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan generasi muda yang berani menjaga laut sekaligus mampu mengelolanya secara produktif dan berkelanjutan.
Kaisar juga menyoroti posisi strategis Cilacap yang memiliki garis pantai terpanjang di wilayah selatan Pulau Jawa. Menurutnya, potensi geografis tersebut harus dimanfaatkan sebagai kekuatan ekonomi daerah.
“Cilacap memiliki garis pantai yang cukup panjang di selatan Jawa. Ini menjadi kekuatan kita. Pemanfaatannya harus mampu memberikan stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, profesi nelayan perlu mendapat perhatian serius, mulai dari akses permodalan, sarana tangkap, hingga keberlanjutan regenerasi nelayan muda,” tegasnya.
Ia turut memaparkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah dan nasional. Berdasarkan data Triwulan 2025, produksi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap mencapai 38.540,64 ton dengan nilai Rp1,06 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan nilai produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp788,4 miliar.
Menurut Kaisar, capaian tersebut menunjukkan potensi besar sektor bahari jika didukung peningkatan teknologi, akses modal, modernisasi alat tangkap, serta penguatan sistem pendukung lainnya untuk mendorong nilai tambah ekonomi.



