Pantau - Pemerintah China menerapkan kebijakan bebas visa selama 30 hari bagi warga Inggris dan Kanada pemegang paspor biasa mulai 17 Februari 2026 bertepatan dengan Tahun Baru Imlek.
Kebijakan tersebut diumumkan melalui laman resmi Kementerian Luar Negeri China sebagai langkah untuk mempermudah mobilitas warga China dan warga negara asing.
Mulai 17 Februari 2026, warga Kanada dan Inggris dapat masuk ke China tanpa visa untuk keperluan bisnis, wisata, kunjungan keluarga atau teman, pertukaran dan kunjungan, serta transit dengan masa tinggal maksimal 30 hari.
Kebijakan bebas visa ini berlaku hingga 31 Desember 2026.
Kebijakan untuk warga Inggris sebelumnya telah disampaikan saat kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke China pada 28–31 Januari 2026 dan bertemu Presiden Xi Jinping.
Dalam pertemuan tersebut, China memangkas tarif impor wiski Inggris dari 10 persen menjadi 5 persen.
Kedua negara juga menandatangani 12 dokumen kerja sama di bidang perdagangan, pertukaran ekonomi, pertanian dan pangan, budaya, serta regulasi pasar.
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Mark Carney berkunjung ke China pada 15–16 Januari 2026 dan bertemu Xi Jinping.
Dalam pertemuan itu disepakati masuknya 49.000 kendaraan listrik buatan China ke Kanada setiap tahun dengan tarif 6,1 persen.
Sebagai imbalan, China menurunkan tarif ekspor produk pertanian Kanada termasuk minyak biji kanola dari 85 persen menjadi 15 persen.
China telah memiliki perjanjian bebas visa dengan 29 negara serta kebijakan bebas visa unilateral bagi warga dari 48 negara.
Indonesia memperoleh fasilitas bebas visa transit selama 10 hari sejak 12 Juni 2025.
Di Asia Tenggara, China memiliki perjanjian timbal balik bebas visa dengan Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
China juga menerapkan kebijakan bebas visa bagi enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk serta sejumlah negara Eropa dan Amerika Latin.




