Orang Muslim Mengucapkan Selamat Imlek Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Tegas Ustaz Adi Hidayat

tvonenews.com
19 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dalam kehidupan sosial yang majemuk seperti di Indonesia, interaksi antarumat beragama adalah sesuatu yang tak terhindarkan. 

Ucapan selamat pada hari raya agama lain kerap menjadi perbincangan, terlebih saat momen besar seperti Imlek. 

Sebagian orang menganggapnya sebagai bentuk toleransi dan sopan santun, sementara yang lain merasa perlu berhati-hati agar tidak melanggar batasan akidah. 

Lalu, bagaimana pandangan Islam terkait hal ini?

Isu ini pernah dijelaskan secara lugas oleh Ustaz Adi Hidayat.

Sambut Imlek
Sumber :
  • tim tvone - syamsul huda

Dalam ceramahnya, beliau menyoroti aspek mendasar yang sering luput dari perhatian, yakni wilayah keyakinan (akidah) dalam Islam.

Penegasan tentang Ucapan Selamat dalam Perspektif Akidah

Menurut Ustaz Adi Hidayat, persoalan mengucapkan selamat pada perayaan agama lain bukan semata soal etika sosial, tetapi menyangkut ranah keimanan. 

“Mengucapkan selamat pada agama lain di luar keyakinan kita dalam keimanan kita sebagai muslim, itu tidak diperkenankan,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Penjelasan ini berangkat dari prinsip bahwa setiap Muslim memiliki batasan akidah yang tidak boleh dicampuradukkan. 

Dalam pandangannya, ucapan selamat yang terkait ritual atau perayaan agama lain dapat mengandung konsekuensi teologis.

“Haram hukumnya mengucapkan selamat A, selamat B, yang dalam ucapan selamat itu ada unsur pengakuan, ada agama yang dibenarkan selain Islam,” tegasnya.

Di sini, fokusnya bukan pada hubungan sosial, melainkan pada kemungkinan adanya unsur pengakuan kebenaran teologis di luar Islam. 

Menurut Ustaz Adi Hidayat, hal itu termasuk wilayah keyakinan yang bersifat prinsipil.

Wilayah Keyakinan Tidak Bisa Dikompromikan

Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa setiap pemeluk agama secara alami meyakini ajarannya sebagai yang paling benar. Hal itu adalah sesuatu yang wajar dan menjadi standar dalam beragama.

“Sebenarnya sama aja, yang non muslim juga meyakini kepercayaan mereka yang paling benar. Itu sebenarnya keyakinan standar setiap pemeluk agama,” ujarnya.

Namun, Islam mengajarkan keseimbangan antara toleransi sosial dan keteguhan akidah. 

“Itu indah dalam Islam, tidak ada paksaan dalam beragama. Kita tidak boleh paksa orang. Tapi kita pun tidak boleh mengikutkan keyakinan kita pada keyakinan orang lain,” lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Isak Tangis Warnai Pemakaman Pasutri dan Anaknya Korban Kecelakaan Maut di Karawang
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Sembako Naik Jelang Imlek dan Puasa, Cabai Keriting, Telur, dan Daging Sapi Jadi Segini
• 6 jam laludisway.id
thumb
Sekjen PBB Sebut Nigeria dalam Posisi Unik untuk Pimpin Benua Afrika
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin Pagi Tak Bergerak
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Viral di Medsos, Ini Fakta-Fakta Penampilan Bad Bunny di Super Bowl Halftime Show
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.