MAKASSAR, KOMPAS.TV- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap potensi ekonomi jumbo dari hilirisasi tiga komoditas unggulan nasional, yakni kelapa, gambir, dan crude palm oil (CPO).
Jika digarap serius, Amran menyebut nilainya diperkirakan bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 triliun.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 di Makassar, Minggu (15/2/2026). Ia menegaskan, nilai tersebut setara sekitar tujuh tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Minta Benahi Birokrasi! Prabowo Berkelakar Lebih Takut Birokrat daripada Kuntilanak
“Kalau tiga komoditas saja kita hilirisasi serius, kelapa, gambir, dan CPO, itu bisa Rp15.000 sampai Rp20.000 triliun. Itu setara tujuh tahun APBN. Ini bukan mimpi, ini soal mau atau tidak,” kata Amran dikutip dari laman resmi Kementan.
Menurut Amran, Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar dunia. Namun selama ini, ekspor masih didominasi bahan mentah dengan nilai tambah rendah.
Harga kelapa di tingkat petani sekitar Rp1.350 per butir, tetapi jika diolah menjadi coconut milk, coconut water, dan produk turunan lainnya, nilainya bisa meningkat hingga 100 kali lipat.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun THR ASN dan TNI 2026, Menkeu Purbaya: Cair Awal Ramadan
Ia mencontohkan, nilai ekspor kelapa saat ini sekitar Rp24 triliun. Dengan hilirisasi penuh, potensi nilainya bisa melonjak hingga Rp2.400 triliun bahkan menembus Rp5.000 triliun.
Hal serupa terjadi pada komoditas gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen bahan baku dunia, namun proses pengolahan masih banyak dilakukan di luar negeri. Akibatnya, nilai tambah dinikmati negara lain.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- hilirisasi
- cpo
- komoditas gambir
- komoditas kelapa
- amran sulaiman
- menteri pertanian





