Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Utara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat hingga ekstrem serta banjir rob yang diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan dengan menyiagakan puluhan pompa di titik rawan genangan.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara Heria Suwandi mengatakan, “Sebanyak 72 stasiun pompa dan 22 unit pompa mobile disiagakan sebagai langkah mitigasi banjir di sejumlah titik rawan genangan,” ujarnya.
Sudin SDA Jakarta Utara mengoperasikan pompa stasioner dan pompa mobile secara terus-menerus untuk mengosongkan waduk guna menjaga kapasitas tampungan agar dapat menampung air hujan secara optimal saat curah hujan tinggi.
Selain itu, dilakukan pengerukan sedimentasi di sejumlah kali yang selama ini jarang tersentuh untuk mengembalikan fungsi saluran air.
Ia menjelaskan, “Kondisi ini menyebabkan perubahan tata ruang pada beberapa kali sehingga kali mengalami penyempitan dan pendangkalan,” ungkapnya.
Upaya pengerukan tersebut bertujuan memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan di wilayah Jakarta Utara.
Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di DKI Jakarta pada 16 hingga 19 Februari 2026.
Berdasarkan informasi resmi melalui akun Instagram @infobmkg, peringatan waspada hujan sedang hingga lebat pada Senin 16 Februari berpotensi terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dengan dampak genangan, luapan sungai, dan longsor.
BMKG juga mengeluarkan peringatan level siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor yang berpotensi menyebabkan banjir, banjir bandang, dan longsor serta berdampak signifikan terhadap masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur.
Peningkatan kesiapsiagaan Pemkot Jakarta Utara dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem sesuai peringatan BMKG.




