Misteri Bayu Sigit dan Iwan Banderas, Diduga Penyidik KPK yang Peras Rp 10 M

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang yang mengaku sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Bayu Sigit dan Iwan Banderas masih menjadi misteri.

Dua nama itu dilontarkan pertama kali oleh pihak swasta Yora Lovita saat sidang lanjutan kasus pemerasan pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis (12/2/2026).

Dalam sidang, Yora mengaku ada orang itu mendekatinya dengan menyinggung pernah menghentikan kasus haji yang menyangkut nama eks Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Peristiwa itu terjadi tepatnya sekitar satu tahun yang lalu. Saat itu, Bayu Sigit menghubunginya dan mengaku sebagai seorang penyidik KPK.

Baca juga: KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas soal Dugaan Penyidik Minta Rp 10 Miliar

Ketika bertemu, Sigit menunjukkan lencana KPK dan memperlihatkan sejumlah surat-surat panggilan.

Yora menuturkan, dia memang berteman dengan Ida Fauziyah. Tidak hanya menunjukkan lencana KPK dan surat panggilan, Sigit pernah menceritakan bisa menghentikan kasus.

“Ceritalah, Pak. Beberapa kasus yang memang sudah apa namanya, sudah tidak, artinya tidak naik ya,” ujar Yora dalam sidang, Kamis.

Saat itu, Sigit menceritakan beberapa kasus yang ditangani dan dihentikan prosesnya, termasuk kasus yang menyangkut nama Ida.

“Iya, termasuk itu tadi, Pak. Yang Bu Ida itu. Bu Ida kasus haji ya kalau enggak salah,” lanjut Yora.

Baca juga: KPK Bantah Ada Penyidik Bernama Bayu Sigit Temui Teman Ida Fauziyah di Kasus Haji

Saat bertemu Yora, Sigit mengaku campur tangannya membuat status Ida tidak ‘naik’ di kasus haji.

Dalam sidang, Yora tidak menjelaskan kasus haji mana yang dimaksudnya.

Diketahui, Ida pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi haji yang menyangkut nama eks Menteri Agama Suryadharma Ali pada 2012-2013.

Sementara, saat ini, KPK juga tengah mengusut kasus dugaan korupsi kuota haji yang melibatkan eks Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam kasus pemerasan RPTKA ini, Sigit dan rekannya, Iwan Banderas, meminta bantuan Yora untuk dihubungkan dengan para terdakwa kasus pemerasan RPTKA.

Baca juga: Teman Ida Fauziyah Cerita Didekati Penyidik KPK, Klaim Bisa Bikin Kasus Haji ‘Tidak Naik’

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pihak yang dihubungi adalah Gatot Widiartono selaku Kepala Sub Direktorat Maritim dan Pertanian di Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Senin 16 Februari 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Monas Berlakukan Jam Operasional Khusus Saat Imlek 2026, Pengunjung Diperkirakan Capai 40 Ribu Orang
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Hilang 10 Hari, Wanita Paruh Baya di Gowa Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Sungai
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Bakal Buyback Saham Rp5 Miliar
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Pengurus DPW KM Bulukumba Jabar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Andi Ato: Siap Bersinergi!
• 20 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.