Pemprov DKI Akan Buatkan Buku Budaya Betawi sebagai Pegangan Generasi Mendatang

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuatkan buku mengenai budaya Betawi secara resmi melalui Dinas Kebudayaan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya Betawi, termasuk bangunan cagar budaya.

"Pemerintah DKI Jakarta akan memfasilitasi melalui Dinas Kebudayaan, dan nanti juga saya minta Pak Sekda untuk budaya-budaya Betawi itu secara resmi akan kita bukukan," ucap Pramono saat ditemui media usai acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum M.H. Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Geliat Kampung Rambutan Saat Libur Panjang Imlek, Warga Mudik untuk Munggahan

Menurut Pramono, buku resmi budaya Betawi ini akan menjadi referensi bagi generasi mendatang.

"Supaya dari turun-temurun nantinya semuanya ada pegangan," ujarnya.

Selain itu, buku tersebut akan menyoroti tokoh-tokoh Betawi yang berkontribusi dalam pergerakan nasional Indonesia.

"Pasti teman-teman banyak yang tidak menyangka bahwa tokoh-tokoh utama Betawi ini sebenarnya dalam proses kemerdekaan itu luar biasa. Termasuk Ismail Marzuki, Husni Thamrin, dan masih banyak yang lainnya," ungkapnya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menjaga dan mengembangkan budaya Betawi, salah satunya melalui pelestarian cagar budaya.

"Cagar-cagar budaya Betawi, mari kita cari kembali yang kecil-kecil juga enggak apa-apa kita rawat kembali. Jangan hanya yang besar-besar seperti museum ini saja menurut saya," tambahnya.

Baca juga: Cerita Sukirno Tawarkan Jasa Doa di TPU Semper, Upaya Bertahan Hidup pada Usia Senja

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menambahkan, cagar budaya Betawi sebenarnya cukup banyak, tetapi pengelolaannya belum optimal.

"Karena cagar budaya Betawi itu banyak banget, tetapi menurut saya belum terkelola secara baik," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Merasa Dapat Dukungan Penuh Latih Timnas Indonesia: Bisa Jadi Anugerah Sekaligus Kutukan
• 14 jam lalubola.com
thumb
Universitas Bakrie & Pelita Jaya Sukses Melaksanakan Seleksi Beasiswa Basket 2026
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Wook Global Technology Dorong Pengembangan SDM Lewat Beasiswa USU
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polri: Eks Kapolres Bima AKBP Didik Simpan Narkoba untuk Dikonsumsi
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Penusukan Terjadi di Osaka City Jepang: 2 Terluka, 1 Tewas
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.