Menjajal ragam kuliner halal di kawasan pecinan Glodok, Jakarta

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sekaligus bertepatan dengan libur panjang akhir pekan, kawasan pecinan Glodok menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi, tak hanya oleh masyarakat keturunan Tionghoa, tapi juga masyarakat pada umumnya.

Kawasan yang identik dengan nuansa Tiongkok yang kental ini memiliki daya tarik tersendiri serta memiliki sejumlah spot untuk berfoto. Namun, tentu belum lengkap berwisata jika tidak mencicipi kulinernya. Meski dikenal lekat dengan budaya Tiongkok, kawasan pecinan Glodok tak serta merta secara keseluruhan menghadirkan kuliner non halal.

Beberapa kedai di kawasan ini memiliki kuliner khas Tiongkok yang halal atau ramah bagi Muslim dan Muslimat.

Berikut kami rangkum beberapa kuliner halal di kawasan pecinan Glodok.

1. Ramen daging sapi Lanzhou, China

Tak jauh dari gapura utama kawasan Glodok Pancoran, Jakarta Barat, dari arah kanan kedatangan, Kedai Lanzhou dapat dengan mudah ditemukan.

Lanzhou adalah wilayah yang memang dikenal sebagai pusat kebudayaan dan Muslim di China Barat Laut serta sebagai kawasan kuliner halal.

Kedai ini menawarkan makanan utama berupa mie tarik daging sapi. Mie buatan tangan dengan tekstur kenyal dengan sensasi bersih ini disajikan dengan kaldu sapi kuah bening, lengkap dengan irisan daging sapi dan pugasan daun ketumbar dan daun bawang.

Di meja, pengunjung bisa menambahkan minyak cabai giling atau chili oil untuk mendapatkan sensasi pedas. Perpaduan kaldu gurih dengan mie yang kenyal, membuat hidangan ini cocok dikonsumsi kapanpun.

Bila mendapatkan tempat duduk di lantai satu, pengunjung yang beruntung bisa melihat secara langsung proses pembuatan mie yang ditarik (lamian) dengan tangan hingga menjadi ukuran mie yang siap dimasak.

Harga semangkuk ramen daging sapi ini dibanderol Rp45.000. Bila ingin menambahkan ekstra daging, pengunjung bisa memilih paket set menu ramen daging sapi yang berisi mie, ekstra daging dan minuman.

Nasi ziran/jintan kambing ala Lanzhou. ANTARA/ (Sinta Ambar)

2. Nasi ziran kambing

Bila tak ingin menyantap mie sebagai menu makan siang atau makan malam, nasi dengan pilihan protein seperti ayam, sapi atau kambing bisa menjadi pilihan.

ANTARA pun berkesempatan menjajal nasi kambing tumis dengan jintan/cumin. Di dalam hidangan ini terdapat set komplit yakni nasi, daging kambing yang dipotong tipis dengan sayur paprika, bawang bombay dan daun bawang.

Baca juga: Rekomendasi wisata di kawasan Glodok untuk isi libur Imlek

Meski berbahan daging kambing, hidangan ini sama sekali tidak beraroma khas kambing yang bagi sebagian orang membuat tidak nyaman. Sebaliknya, hidangan ini justru menggoda dengan rasa gurih, manis, sedikit pedas dan aroma jintan yang kuat tapi masih bisa ditoleransi.

Tak hanya kenyang, susai menyantap kuliner ala muslim di Lanzhou, suasana hati seketika membaik berkat rasa kompleks yang menyenangkan tapi tidak berlebihan. Menu makanan ini dibanderol seharga Rp65.000



Tumis ampela ayam pedas mala. ANTARA/ (Sinta Ambar)

3. Ampela ayam tumis pedas atau malajijen

Di restoran yang baru buka pada 2024 lalu ini, terdapat salah satu menu yang tak biasa, yakni ampela ayam tumis pedas mala. Dari penampilannya sudah terlihat pedas, gurih dan aroma mala yang tajam dan siap menggoyang lidah si pemesan.

Menu seharga Rp.58.000 ini sekilas tidak seperti ampela ayam, pasalnya ampela ayam diiris tipis, disajikan dengan paprika hijau, cabai merah besar, serta bawang bombay yang tidak begitu layu bahkan terasa segar. Rasa ampela yang kenyal dibalut dengan saus mala khas restoran ini terasa sedikit asin sehingga cocok dipadupadankan dengan nasi. Alhasil, menu ini berhasil menjadi pencuri nasi yang mengenyangkan.

Rasa ampela yang amis tidak terasa sama sekali berkat racikan bumbu yang pekat dan tidak berlebihan. Namun, jika terlalu banyak memakan menu yang satu ini, bersiaplah untuk merasakan sensasi kebas yang disebabkan oleh lada sichuan (hua jiao). Meski demikian, menu yang satu ini tak bisa dipungkiri bisa membuat yang menjajalnya ketagihan berkat rasa saus yang istimewa.



4. Cakwe​​​​​​​​​​​​​​

Kudapan yang satu ini rasanya tak bisa dilepaskan dari kawasan pecinan. Pasalnya, gorengan tradisional ini memang berasal dari Tiongkok.

Tak jauh dari restoran Lanzhou, tepatnya di gang Gloria, terdapat penjaja cakwe yang digoreng dadakan. Tekstur cakwe yang garing kenyal dan gurih ini pun patut dijajal dan dicocol ke sambal pedas, asam manis yang biasanya disertakan saat membeli adonan tepung terigu yang digoreng hingga cokelat keemasan ini.

Cakwe di Gang Gloria ini dibanderol seharga Rp.5.000 per buah dan buka mulai pukul 9.00 hingga 16.00 WIB.



5. Cempedak goreng

Kudapan yang satu ini juga tak boleh dilewatkan. Aroma cempedak yang khas, serta dihadirkan dengan tekstur yang digoreng, mampu menggoyang lidah dan tak bisa membuatnya berhenti mengunyah. Cempedak goreng bisa ditemui di depan petak enam atau seberang Pancoran China Town dengan Harga Rp13.000 per buah.



6. Bakso sapi Adam

Kuliner legendaris lainnya di kawasan Glodok adalah Adam baso sapi asli yang berlokasi di jalan Pancoran 45B atau di depan Manisan Afung.

Semangkuk bakso komplit seharga Rp25.000 membuat sejumlah pengunjung rela mengantre karena kelezatan bakso ditambah dengan kuah bening yang gurih.

Bakso ini menawarkan pilihan bakso halus, gepeng, urat, dan tahu dengan tetelan. pengunjung bisa menambahkan sambal dan kondimen yang diinginkan sesuai selera.

Baca juga: Mengenal jajanan Imlek, kue keranjang hingga "tray of happiness"

7. Pempek Eirin

Hidangan berbahan ikan ini bisa menjadi pilihan sebagai camilan yang mengenyangkan. Rasa ikan yang tajam tapi nikmat dipadukan dengan kuah cuko kental dengan aroma khas, serta mie dan timun membuat kuliner ini tak bisa dilewatkan begitu saja. Pengunjung bisa memilih isian berupa kapal selam, lenjer, kulit, adaan, hingga panggang. Harga satuannya beragam mulai dari Rp8.000 -Rp30.000.

Hidangan Che Hun Tiau yang dijajakan di kawasan Glodok, Jakarta Barat. ANTARA/ (Sinta Ambar)

8. Che Hun Tiau

​​​​​​​Ini adalah makanan penutup khas Pontianak yang berada di depan Gedung Chandra. Dengan merogoh kocek sebesar Rp23.000, penjaja bakal meracik ketan hitam, kacang merah, sagu gunting (bentuk seperti mie), cincau hitam serta bongko pandan lengkap dengan es batu serta santan dan gula merah cair.

Perpaduan bahan tersebut menjadikan makanan penutup ini terasa legit, segar. Sekilas memang mirip es cendol, tapi karena beragam bahan yang dihadirkan dalam seporsi che hun tiau, terdapat sedikit aroma smokey dan pandan yang dibalut dengan rasa santan gurih. Manis tidak berlebihan dengan sedikit gurih serta tekstur yang beragam membuat seporsi kudapan ini jadi penutup yang memuaskan usai menyantap beragam kuliner di kawasan Glodok.



9. Liang teh

Penyegar yang sebaiknya dicoba bila di kawasan Glodok adalah Liang teh (liangcha), minuman tradisional Tiongkok ini dikenal sebagai teh pendingin atau penyejuk untuk panas dalam, sakit tenggorokan, sariawan hingga batuk.

Memiliki rasa dan aroma herbal yang kuat, minuman ini cocok diminum usai menyantap beragam gorengan yang banyak dijajakan di kawasan ini.

Kue keranjang yang dijajakan di kawasan Glodok, Jakarta Barat. ANTARA/ (Sinta Ambar)

10. Kue keranjang

Dodol China atau kue keranjang bisa menjadi buah tangan bagi keluarga atau kerabat di rumah. Kudapan yang menjadi simbol mempererat tali persaudaraan ini bisa disantap dengan berbagai cara. Mulai dari dikukus dengan santan sehingga teksturnya lebih kenyal atau digoreng dengan tepung sehingga tekstur menjadi renyah di luar dan lumer di dalamnya. Kue ini dapat ditemukan di berbagai toko dan dibanderol mulai dari Rp20.000 ke atas tergantung ukuran.

Satu kiat bila memilih kue keranjang adalah, pilih kue yang keras yang dibalut dengan daun bila ingin disimpan lama dan akan dimasak seperti dikukus atau digoreng.

Sementara kue keranjang dengan tekstur lembek menjadi pilihan bila ingin menyantap kue ini secara langsung tanpa dimasak lagi.

Ragam camilan dijajakan di kawasan Glodok, Jakarta Barat. ANTARA/ (Sinta Ambar)

11. Ragam camilan

Di kawasan ini kerap kita melihat kedai yang menjajakan tumpukan manisan buah, kue kering, kripik, hingga permen dan cokelat.

Ragam camilan ini dapat dibeli secara kiloan atau dengan ukuran yang diinginkan misalnya seperempat kilogram. Harganya pun beragam, tapi satu hal yang harus dipastikan saat membeli camilan-camilan siap santap ini adalah masa kadaluwarsa untuk memastikan kondisi dan rasa.

Baca juga: Festival Kuliner Glodok sajikan kuliner legendaris

​​​​​​​


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir Rob Tambak Osowilangun, Pemkot Operasikan Rumah Pompa dan Tutup Pintu Air Laut
• 40 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Ketua MPR Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 900 Rumah Rusak dan 2.800 Warga Mengungsi
• 5 menit laluliputan6.com
thumb
284 KK Penyintas Gunung Ruang Tempati Hunian Tetap
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal pekan ketujuh IBL 2026
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Arema FC vs Semen Padang 3-0 di Super League: Vinicius Cetak Brace
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.