Polemik Wakaf Alquran 80 Riyal, Taqy Malik Buka Suara

tabloidbintang.com
3 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Isu dugaan mark up harga wakaf mushaf Alquran menyeret nama influencer Taqy Malik. Tudingan tersebut mencuat setelah seorang WNI yang menetap di Arab Saudi mempertanyakan harga program wakaf yang dipromosikan Taqy.

Randy Permana, pemilik akun Instagram @paparich666, menyinggung harga mushaf di Makkah dan Madinah yang menurutnya tidak pernah mencapai 80 riyal.

"Selama ane 5 tahun bolak-balik di Saudi, gak pernah nemu harga mushaf/Quran di Mekah Madinah seharga 80 riyal (mau musim haji/Ramadan apapun kek). Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" kata Randy.

Randy mempertanyakan harga program wakaf yang disebut mencapai 80 riyal atau sekitar Rp 330 ribu per mushaf. Ia mengklaim harga mushaf di toko-toko Makkah dan Madinah rata-rata berada di kisaran 40–50 riyal atau sekitar Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu.

"Dia menjual mushaf dengan harga Rp 330 ribu. padahal harga di toko rata-rata 40-50 riyal (sekitar Rp 180 ribu-Rp 200 ribu). Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya," kata Randy.

Meski begitu, Randy menegaskan dirinya tidak secara langsung menyebut tindakan tersebut sebagai penipuan. Ia juga menyoroti pola distribusi mushaf yang dinilai berpotensi merugikan komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Menanggapi polemik tersebut, Taqy Malik buka suara melalui akun Instagram pribadinya. Pemilik 2,3 juta pengikut itu mengundang Randy untuk melakukan klarifikasi terbuka.

"Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mengundang Saudara Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka (LIVE melalui platform Instagram dan di publikasi secara terbuka), bermartabat, dan penuh tanggungjawab, terkait amanah wakaf mushaf dan persoalan lain yang dilontarkan," tulis Taqy Malik.

Ia memastikan seluruh fasilitas pertemuan akan disiapkan dan menjamin forum berlangsung dengan saling menghormati.

"Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadiri kebenaran. Ini bukan tentang menyerang, melainkan menjaga amanah. Dan ini bukan tentang opini, melainkan pertanggungjawaban di hadapan manusia, dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT," tulisnya.

"Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri atas kejelasan, (bukan asumsi atau tuduhan liar semata)," sambung Taqy.

Dalam unggahan Instagram Story, Taqy juga membagikan video percakapannya dengan seorang penjual mushaf di depan Masjid Nabawi. Ia menegaskan angka 80 riyal bukan berasal dari dirinya.

"Satu-satu ya gue bahas, ini gue bukan jual muashaf 80 riyal. Gue lagi nanya iseng sama abang yang di depan Nabawi, berapa harga mushaf sekarang. Dia bilang '80 riyal' bukan gue yang bilang, kan lucu dipelintir dan di-framing bilang gue jual 80 riyal. Kalian hitung sendiri 80 riyal itu di-convert ke rupiah Rp 360 ribu, sedangkan gue jual Rp 330 ribu," tulis Taqy Malik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jeda Sejenak, 5 Cara Ini Bisa Bikin Kamu Fokus Lagi Saat Aktivitas Padat
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Biang Kerok Macet di Casablanca Minggu Siang: Parkir Liar di TPU Menteng Pulo
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Puluhan Curbing Jalan di Surabaya Dicat Ulang, Pemkot Libatkan Seluruh OPD
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hadir di Soekarno Run 2026, Shafira: Semangat Bung Karno Terus Hidup
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
FPIR: Waspada Penunggang Gelap dalam Agenda Reformasi Budaya Polri
• 2 menit lalusuara.com
Berhasil disimpan.