Popularitas di Balik Lompatan Barongsai Selatan

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Setiap perayaan Imlek, kehadiran Barongsai dipercaya sebagai simbol doa dan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru. Setiap gerakan kepala singa, lompatan di atas tonggak, hingga dentuman tambur yang mengiringi, dimaknai sebagai penolak bala. Sekaligus pembawa berkah bagi tempat yang disinggahi.

Warna merah dan kuning yang mendominasi tubuh barongsai juga bukan sekadar masalah estetika. Di balik kombinasi warna yang mencolok itu, tersimpan simbol dan doa yang diwariskan turun-temurun.

Advertisement

BACA JUGA: Sambut Imlek, Bursa Libur pada 16-17 Februari 2026

Warna merah mempunyai makna kebahagiaan dan keberanian, keberuntungan dan kegembiraan, warna merah juga dipercaya mampu menolak bala dan roh jahat. Sementara warna kuning melambangkan kekayaan, kesuksesan dan kekayaan.

Perpaduan kedua warna tersebut menjadi representasi harapan masyarakat saat menyambut tahun baru, hidup yang lebih makmur, penuh sukacita, dan dijauhkan dari hal-hal buruk. 

Secara historis, barongsai berasal dari China dengan dua aliran utama, yakni aliran Utara (Beijing–shi) dan Selatan (Nan-shi). Barongsai utara atau Pekingsai dikenal dengan tubuh lebih pendek, berbulu lebat, dan kerap memainkan akrobat di atas bola atau susunan meja. Warna dominannya kuning kemerahan (oranye), dengan pita merah untuk singa jantan dan pita hijau untuk betina.

Tapi di Indonesia, barongsai selatan lebih populer. Barongsai ini menghadirkan warna lebih variatif, bertanduk, bermata besar, dan sarat simbol pengusir roh jahat serta pembawa keberuntungan. Di kepalanya dipasang cermin kecil untuk memantulkan energi negatif, dan tanduknya diikat kain merah.

“Makna antara Barongsai Utara dan Selatan adalah sama, cuma wujud nya saja yang berbeda,” jelas Ketua Sasana Liong n Barongsai Kung Chiao dan Wushu Genta Suci, Herry Siswanto saat berbincang dengan liputan6.com di Depok, akhir pekan lalu. 

Tidak heran jika barongsai selatan lebih populer. Barongsai ini lebih sering ditampilkan saat Imlek di Indonesia.

“Lebih sering ditampilkan Barongsai Selatan karena memang lebih dulu berkembang di Indonesia, dan untuk jenisnya pada saat ini berimbang antara jenis fo-shan dan he-shan," ucapnya.

pemain barongsai. (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Jantung Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Tertinggi, Simak Penyebab dan Cara Pengendaliannya
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Manuel Neuer Cedera Robek Otot, Bayern Muenchen Dipastikan Tanpa Kapten Tiga Pekan
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Diplo Kolaborasi dengan BTS di Album ARIRANG
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag: 36.973 Siswa Daftar SNMB Madrasah Unggulan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Kasus Kapolres Bima Kota, Polri Komitmen Tindak Tegas dan Tak Ada Toleransi! 
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.