Cerita Warga Saat Tembok Rumah Roboh Lalu Timpa SMPN 182: Sudah Setahun Miring

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Tembok rumah setinggi 5 meter di Kalibata, Jakarta Selatan, roboh hingga menimpa SMPN 182. Tembok tersebut roboh ke arah sekolah hingga menghancurkan pagar tembok sekolah dan taman.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (15/2) siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Naldo (30) warga sekitar yang berprofesi sebagai kurir paket mengaku, sebagai orang yang melaporkan kejadian tersebut pertama kali ke pihak sekolah saat berada di lokasi kejadian.

"Sebelumnya kan udah miring gitu, Kak. Kita kan lewat, cuma lewat doang. Eh, kebetulan emang standby di sini, naruh paket gitu," ujarnya.

"Pas roboh tuh kayak ada guncangan gitu, kayak gempa lah dikit. Ya, setelah itu saya langsung hubungin pihak sekolah. Pokoknya pihak sekolah yang emang merasa dirugikan atau gimana," ungkapnya.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat sekolah sedang libur. Beruntung tidak ada korban jiwa, mengingat lokasi tersebut biasa digunakan siswa beraktivitas setiap harinya.

"Kebetulan banget sih kejadiannya kan di hari libur ya, jadi nggak makan korban. Kalau misal di hari biasa mah banyak kali, korban-korbannya banyak," ucap Naldo.

Tembok Sudah Lama Miring

Naldo mengungkapkan, ia tahu tembok tersebut sudah miring dari lama, hingga akhirnya roboh.

"Dari miring, iya pas udah roboh. Pas denger suaranya doang sih, saya langsung ke sini," katanya

Ia mengaku mendengar suara seperti gempa dan merasakan getaran, serta melihat abu bangunan yang sudah bertebaran setibanya di lokasi.

"Kayak gempa lah gitu, geter dikit. Terus abu-abunya pada kelihatan itu tuh pertama kali," ujarnya.

Tak lama dari kejadian, Naldo langsung menghubungi pihak sekolah yang kemudian mendapatkan respons cepat.

"Langsung direspons sih pihak sekolahnya, langsung pada ke sini semua kan emang kebetulan lagi libur ya Kak ya emang kondisinya. Saya langsung hubungin pihak sekolah kayak penjaga sekolahnya. Saya hubungin tuh jam 11.28, kejadiannya tuh 11.22 saya cek karena saya videoin dulu kan itu," terang Naldo.

Hal senada juga disampaikan Iqbal (35) seorang warga yang kerap beraktivitas di kawasan sekitar.

Ia mengatakan, kondisi tembok yang miring sudah berlangsung selama kurang lebih satu tahun. Bahkan kondisi keretakan juga sudah berlangsung sekitar satu bulan.

"Kalau miringnya udah hampir satu tahun udah miring lah. Iya, cuma buat ada keretakannya ini baru sebulan-sebulan ini keretakan pergeseran tanahnya," imbuhnya.

Iqbal juga mengungkap, pemilik rumah sudah pernah mendapatkan surat peringatan dari beberapa pihak dan sempat berniat untuk mengambil tindakan atas laporan tersebut.

"Ya dari lingkungan, kelurahan, sekolah. Ya udah mau ambil tindakan sih sebenarnya, cuma udah keburu jatuh dulu," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sespimmen Dikreg 66 Perdalam Pengalaman Kepemimpinan di Polres Tangsel
• 3 jam laludetik.com
thumb
Badan Geologi: Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi 
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Jemaah Naqsabandiyah di Padang Salat Tarawih Pertama Malam Ini
• 5 menit laludetik.com
thumb
Foto: Jemaah Naqsyabandiyah Mulai Salat Tarawih, Puasa Besok
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Prabowo Terbang ke Amerika Serikat Hadiri KTT Board of Peace
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.