Halal Tourism atau wisata halal saat ini menjadi salah satu tren yang dilirik banyak wisatawan dunia. Wisata ramah Muslim hadir untuk memberikan banyak kemudahan, khususnya bagi traveler yang ingin liburan sambil beribadah.
Di Turki misalnya, wisata halal telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Events Assistant Manager, Türkiye Tourism Promotion and Development Agency, Haluk Sarigul, menegaskan bahwa Turki terus mengembangkan sektor wisata halal, meski konsep halal di negara tersebut pada dasarnya sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Apalagi kata Haluk, fasilitas wisata ramah Muslim di Turki tersedia secara luas, mulai dari tempat ibadah, hotel, restoran, hingga pusat kebugaran dan spa.
“Untuk wisata halal, kami punya hotel-hotel dengan konsep khusus. Perempuan dan laki-laki bisa menikmati fasilitas secara terpisah, atau bersama keluarga,” ujar Haluk, saat berbincang dengan kumparan di Istanbul, Turki.
Menurutnya, banyak hotel di Turki menyediakan fasilitas yang memungkinkan wisatawan Muslim merasa nyaman, termasuk area private, serta layanan spa yang bisa dinikmati bersama keluarga. Konsep ini memberikan pilihan bagi wisatawan yang menginginkan suasana lebih tertutup tanpa mengurangi kenyamanan liburan.
Kuliner Halal di TurkiTerkait kuliner, Haluk menegaskan bahwa makanan halal di Turki bukan sekadar opsi, melainkan standar umum.
“Apa pun yang kami sajikan itu halal. Itu sudah menjadi standar bagi kami,” katanya.
Ia bahkan menyebut wisatawan tidak perlu khawatir soal kehalalan makanan saat berkunjung ke Turki.
Berbeda dengan Indonesia, Malaysia, atau Singapura yang memiliki logo dan sertifikasi halal resmi dari lembaga pemerintah, Turki tidak secara khusus menampilkan label halal di restoran. Hal ini karena mayoritas makanan yang disajikan memang sudah sesuai dengan standar halal.
“Sulit menemukan daging babi di restoran. Mungkin ada di supermarket tertentu, tapi secara umum kami tidak mengkonsumsi babi,” jelas Haluk.
“Oleh karena itu, masyarakat Turki tidak terbiasa mempertanyakan apakah suatu makanan halal atau tidak,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa wisata halal tetap menjadi segmen penting bagi Turki, terutama untuk menarik wisatawan dari negara-negara mayoritas Muslim. Namun, pendekatan yang diambil bukan dengan memberi label khusus, melainkan melalui praktik dan kebiasaan yang sudah mengakar dalam kehidupan sehari-hari.





