Jakarta, tvOnenews.com - Eks Perdana Menteri Italia, Enrico Letta, mengomentari aksi Alessandro Bastoni di laga Inter Milan kontra Juventus. Menurutnya, sang bek tengah tak usah lagi dipanggil ke Timnas Italia.
I Nerazzurri berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 3-2 atas Bianconeri dalam laga bertajuk Derby d’Italia di San Siro, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. Gol Piotr Zielinski menentukan kemenangan Inter dalam laga ini.
Namun, kartu merah Pierre Kalulu memengaruhi jalannya pertandingan. Sang bek Juve diusir wasit Federico La Penna menjelang jeda turun minum setelah menerima kartu kuning keduanya.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Dalam tayangan ulang, terlihat bahwa ada sentuhan minimal kepada Alessandro Bastoni. Hal tersebut membuat publik banyak yang beranggapan bahwa Bastoni melakukan diving.
Hal itu diamini oleh mantan wasit Luca Marelli dan media-media Italia. Penunjuk wasit Gianluca Rocchi juga mengakui bahwa La Penna telah melakukan kesalahan dan bahwa Bastoni melakukan diving.
Sang bek tengah Timnas Italia menjadi sasaran hujatan publik setelah laga. Tak hanya dari fans Juventus, melainkan juga fans dari klub-klub lain, terutama AC Milan.
Inter dan Milan sedang bersaing di puncak klasemen sementara Liga Italia untuk Scudetto. Pada saat ini, Nerazzurri unggul delapan poin dengan Milan memiliki tabungan satu laga.
Kritikan terhadap Bastoni sampai membuat sang bek tengah mematikan kolom komentar di media sosialnya. Bahkan, mantan PM Italia, Enrico Letta, ikut buka suara mengenai hal ini.
Letta, diketahui sebagai fans AC Milan menurut Adnkronos, menilai Bastoni tak perlu lagi dipanggil ke TImnas Italia. “Bastoni seharusnya tidak dipanggil lagi ke tim nasional,” kata Letta dalam cuitannya di media sosial X.
Sang bek tengah berusia 26 tahun merupakan andalan Gli Azzurri. Sejauh ini, Bastoni telah mencatatkan total 41 caps dan mencetak tiga gol bersama Italia.
Italia akan memiliki partai penting pada Maret mendatang untuk playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mereka akan menghadapi Irlandia Utara dan akan menghadapi salah satu di antara Wales dan Bosnia jika berhasil melenggang ke final.




