Indonesia–Tailan Sepakat Perbarui Kerja Sama Industri Kreatif

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Lampung

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) dan Pemerintah Tailan sepakat memperbarui kerja sama di bidang industri kreatif guna menyesuaikan dengan perkembangan global dan peluang kolaborasi terbaru.

Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan antara Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf dan delegasi Tailan dari Office of the Public Sector Development Commission di Jakarta.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama ekonomi kreatif yang pertama kali ditandatangani pada 2019 dan berakhir pada 2025.

Pembaruan ini dinilai penting agar kerja sama Indonesia–Tailan tetap relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kemenekraf, Agus Syarip Hidayat, mengatakan Tailan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Berdasarkan data BKPM yang diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kemenekraf, nilai perdagangan sektor ekonomi kreatif Indonesia ke Tailan mencapai 1,54 miliar dolar AS pada periode Januari hingga November 2025.

"Tailan menjadi salah satu tujuan utama ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia, terutama dari subsektor kuliner, penerbitan, kriya, dan fesyen. Ini menunjukkan besarnya potensi kerja sama kedua negara yang perlu terus diperkuat melalui pembaruan MoU," ujar Agus dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 16 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah peluang kolaborasi konkret.

Di antaranya adalah partisipasi Indonesia dalam ajang Grand Halal Bangkok sebagai platform promosi produk kreatif halal, pengembangan produksi bersama melalui Thai–Indonesian Film Festival, serta kerja sama industri gim lewat forum gamescom asia x Tailan Game Show untuk memperluas pasar dan investasi di sektor digital.

Kemudian Agus menegaskan, ekonomi kreatif Indonesia memiliki kekuatan utama pada kekayaan budaya dan potensi daerah. Pemerintah mendorong agar pengembangan subsektor kreatif di daerah menjadi sumber inovasi dan nilai tambah ekonomi nasional.

"Ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan budaya dan potensi daerah. Kami mengembangkan ekosistem kreatif melalui pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga pembiayaan. Dengan model ini, ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru yang tumbuh dari daerah dan berdampak secara nasional," jelasnya.

Indonesia juga mengundang Tailan untuk berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan diselenggarakan tahun ini. Forum global tersebut diharapkan menjadi ajang memperkuat diplomasi dan promosi ekonomi kreatif sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Tailan di Jakarta, Hathaichanok Frumau, menyatakan sektor ekonomi kreatif merupakan sektor strategis bagi pertumbuhan ekonomi negaranya. Ia menilai kerja sama dengan Indonesia sebagai mitra strategis perlu segera diperbarui dan diaktifkan kembali.

"Kerja sama antara Tailan dan Indonesia harus disesuaikan dengan perkembangan industri saat ini agar dapat memperkuat posisi kedua negara sebagai pemain global di sektor ekonomi kreatif," kata Hathaichanok Frumau.

Delegasi Tailan yang melakukan study visit juga menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari strategi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya dari sisi perencanaan strategis dan diplomasi soft power.

Mereka menekankan pentingnya peningkatan kerja sama konkret, termasuk pertukaran investasi, pengembangan industri konten digital dan gim, serta partisipasi dalam agenda strategis kedua negara.

Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Tailan sepakat untuk terus memperkuat dialog dan menjajaki berbagai bentuk kerja sama ekonomi kreatif.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong inovasi, memperluas akses pasar global, serta meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragedi Tambang Perak Picu Unjuk Rasa di Meksiko
• 21 jam laludetik.com
thumb
Imlek 2026 Tahun Kuda Api: 10 Hal yang Pantang Dilakukan Biar Hoki
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Di Tengah Polemik Trans Beken, Dishub Bekasi Buka Opsi Tata Ulang Trayek Angkot
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Didorong Tumbuh 6%, Belanja Rp809 Triliun Dikucurkan
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Segini Harga Toyota Avanza Bekas di Februari 2026
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.