Kebiasaan Warga RI yang Keliatan Keren, Tapi Bikin Miskin!

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi teman pinjam uang tapi tidak dikembalikan. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak duduk di bangku sekolah, banyak orang sudah dibiasakan menyisihkan uang sebagai bentuk kehati-hatian finansial. Menabung juga dipandang sebagai langkah aman untuk masa depan.

Namun, pandangan itu tidak sepenuhnya sejalan dengan pemikiran investor Indonesia, Lo Kheng Hong.

Menurutnya, terlalu lama menyimpan dana di tabungan justru bisa membuat nilai kekayaan tergerus secara perlahan. Dia menilai, uang yang hanya "diam" di bank berisiko kalah oleh inflasi dan tidak berkembang secara optimal.


Baca: Kebiasaan Warga RI Ini Kelihatannya Keren, Tapi Bikin Miskin

Hal itu tentu bertolak belakang dengan keyakinan banyak orang yang menganggap menabung sebagai strategi utama untuk mencapai kestabilan keuangan.

"Menyimpan uang di bank sebetulnya membuat kita miskin secara pelan-pelan karena nilai uang kita semakin hari semakin turun," kata Lo Kheng Hong saat menjadi pembicara di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE).

Selain kebiasaan menabung tanpa berinvestasi, Lo Kheng Hong menganggap, membeli obligasi atau surat utang juga bukan pilihannya dalam mengelola keuangan. Sebab, bunga dari hasil pembelian surat utang atau obligasi itu ia anggap kecil.

"Saya juga tidak membeli emas," kata Lo Kheng Hong.

Lo Kheng Hong hanya tertarik membeli saham karena terbukti membuatnya kaya dan memiliki harta ratusan miliar. Dia pernah cuan besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham.

Dia mengungkapkan alasan utama yang membuat dirinya berinvestasi saham, khususnya di Indonesia. "Bursa saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama di dunia bagi investor jangka panjang. Sudah terbukti! Saya bersyukur saya ada di dalamnya," kata Lo Kheng Hong.

Hingga saat ini, kata Lo Kheng Hong, hampir 99% masyarakat Indonesia tidak percaya kalau investasi saham adalah pilihan terbaik. Masyarakat lebih menempatkan uang di bank atau dibelikan properti, dibanding beli saham.

Lo Kheng Hong merupakan orang yang sangat teliti dan bisa menghabiskan waktu lama membaca laporan keuangan. Usaha yang dilakukan Lo dalam meneliti laporan keuangan menunjukkan tidak sembarangan dalam memilih saham untuk investasi.

Pada 1998, Lo Kheng Hong membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Saat itu laba bersih UNTR minus Rp 1 triliun. Akan tetapi pendapatan perusahaan sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun dengan laba operasional sekitar Rp 1 triliun. Lo menilai laba bersih tersebut minus karena kurs.

Ini merupakan momentum awal dari kesuksesan Lo Kheng Hong sebagai investor saham. Cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Investor Pantau Pengelolaan Fiskal -Program Unggulan Pemerintah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Evaluasi Tim setelah Dipermalukan Bhayangkara di Stadion GBT
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sorotan Olimpiade Musim Dingin 2026 pada Alysa Liu dan Eileen Gu Picu Perdebatan Politik AS–Tiongkok
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Jessica Alba Harus Bayar Rp 50 Miliar ke Mantan Suami Usai Resmi Bercerai
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 4 Orang, Targetkan Kelompok Jihad Islam
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pasutri di Depok jadi DPO Usai Tipu Puluhan Pembeli Minyak Goreng, Kerugian Capai Rp25 Miliar
• 11 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.