Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) akan mengaudit kondisi bangunan di Jakarta, menyusul insiden robohnya tembok rumah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan yang menimpa SMP 182 Jakarta pada Minggu (15/2).
Kepala Dinas Citata DKI Vera Revina Sari mengatakan, audit tidak hanya menyasar bangunan sekolah, tetapi seluruh gedung di Jakarta. Saat ini, pihaknya tengah menyusun metode yang dinilai efisien dan efektif untuk melakukan pengecekan terhadap sekitar 2,1 juta bangunan yang ada di Ibu Kota.
“Bukan hanya sekolah, kami juga siapkan checklist mandiri untuk masing-masing gedung. Akan dilakukan sampling audit, termasuk bangunan sekolah dan penunjangnya,” katanya pada kumparan, Senin (16/2).
Menurut dia, mekanisme awal akan dimulai dari pengisian checklist kondisi bangunan oleh pemilik atau pengelola gedung. Setelah itu, dinas akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan berdasarkan hasil isian tersebut.
“Yang diharapkan, pemilik atau pengelola bangunan mau kooperatif mengisi checklist kondisi bangunannya masing-masing. Setelah itu, baru kami cek langsung ke lapangan,” terang Vera.
Vera mengakui, mayoritas pemilik atau pengelola bangunan, terutama gedung dengan ketinggian delapan lantai ke bawah, masih memiliki atensi yang rendah terhadap aspek keselamatan bangunan.
“Ini jadi PR kami untuk terus-menerus mengingatkannya,” imbuh dia.
Peristiwa ini tengah diselidiki oleh Polsek Pancoran.
Penyebab Tembok Roboh
BPBD DKI Jakarta mengungkap penyebab robohnya tembok rumah setinggi 5,3 meter itu. Tembok itu roboh ke arah sekolah sehingga menghancurkan sebagian tembok sekolah dan taman.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.22 WIB itu diduga dipicu oleh struktur tanah yang labil karena merupakan tanah urukan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, tembok tersebut roboh secara tiba-tiba ke arah area sekolah.
“Tiba-tiba roboh ke arah sekolah karena struktur tanah yang labil atau tanah urukan,” kata Isnawa dalam keterangannya.
Akibat kejadian itu, saluran air di sekitar lokasi sempat tersumbat dan area parkir sekolah terdampak reruntuhan material. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.




