Banyumas (ANTARA) - Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian menilai peran perguruan tinggi sangat penting sebagai fondasi pemikiran dan arah gerak pelaku ekonomi kreatif agar berkembang secara terstruktur dan bernilai tambah.
Ditemui usai diskusi bertema “Creative Hub, UMKM, dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern” yang digelar Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin siang, Kawendra mengatakan kampus menjadi bekal dasar bagi para pejuang ekonomi kreatif.
“Kampus ini jadi landasan berpikir, jadi bekal para pejuang ekraf supaya apa yang dilakukan ada value-nya, tidak sporadis, tapi terarah dan tersusun berkat pemahaman yang diberikan kampus,” kata Kawendra yang juga anggota Komisi VI DPR RI.
Ia mengapresiasi langkah UMP yang membuka ruang bagi pelaku UMKM masuk dan beraktivitas di lingkungan kampus.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga perlu berperan sebagai laboratorium kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Kampus jangan sekadar pusat pendidikan, tapi juga menjadi laboratorium kebermanfaatan. Ke depan kita harus dorong pertumbuhan berusaha sebanyak-banyaknya,” katanya.
Ia juga mendorong agar proses akademik mahasiswa dapat diintegrasikan dengan penciptaan usaha dan lapangan kerja, misalnya melalui tugas akhir atau skripsi yang berbasis proyek kewirausahaan.
“Kampus punya otoritas terhadap proses kelulusan. Bisa di-challenge, skripsi sambil membuka lapangan kerja, itu jadi KPI lulusan, sehingga konkret,” katanya menegaskan.
Terkait dengan tantangan sektor ekonomi kreatif, dia mengatakan literasi dan pembiayaan masih menjadi kendala utama.
Menurut dia, masih banyak pelaku yang belum menyadari dirinya termasuk dalam sektor ekonomi kreatif.
“Kendala yang kami cermati adalah literasi dan financing. Banyak pelaku ekraf yang tidak sadar bahwa mereka pelaku ekonomi kreatif, tapi sekarang sudah ada solusi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual atau IP financing yang digagas pemerintah dan sudah ada alokasinya tahun ini,” kata Kawendra.
Sementara itu, Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan kehadiran Ketua Umum Gekrafs menjadi motivasi bagi kampus untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan kewirausahaan.
Menurut dia, UMP menargetkan menjadi pusat kajian ekonomi kebangsaan di wilayah Banyumas, sekaligus mengembangkan pusat pemikiran dan gerakan ekonomi berbasis tokoh nasional asal Banyumas yang juga kakek dari Presiden Prabowo Subianto, yakni RM Margono Djojohadikusumo.
Ia menilai gagasan mendorong lulusan menjadi pencipta lapangan kerja sangat relevan dan akan ditindaklanjuti melalui program percontohan di sejumlah program studi.
“Idenya sangat kreatif, menciptakan mahasiswa bukan hanya sebagai pencari kerja tetapi juga pembuka lapangan kerja. Kita akan buat pilot project, terutama di bidang ekonomi, tapi pendidikan dan bidang lain juga memungkinkan karena banyak produk kreatif hasil riset yang bisa dihilirisasi,” katanya.
Baca juga: RI dan Thailand sepakat perbarui kemitraan di bidang ekonomi kreatif
Baca juga: Kemenekraf jajaki peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem musik
Baca juga: Menekraf tegaskan potensi strategis ekraf dalam ekonomi baru
Ditemui usai diskusi bertema “Creative Hub, UMKM, dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern” yang digelar Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin siang, Kawendra mengatakan kampus menjadi bekal dasar bagi para pejuang ekonomi kreatif.
“Kampus ini jadi landasan berpikir, jadi bekal para pejuang ekraf supaya apa yang dilakukan ada value-nya, tidak sporadis, tapi terarah dan tersusun berkat pemahaman yang diberikan kampus,” kata Kawendra yang juga anggota Komisi VI DPR RI.
Ia mengapresiasi langkah UMP yang membuka ruang bagi pelaku UMKM masuk dan beraktivitas di lingkungan kampus.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga perlu berperan sebagai laboratorium kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Kampus jangan sekadar pusat pendidikan, tapi juga menjadi laboratorium kebermanfaatan. Ke depan kita harus dorong pertumbuhan berusaha sebanyak-banyaknya,” katanya.
Ia juga mendorong agar proses akademik mahasiswa dapat diintegrasikan dengan penciptaan usaha dan lapangan kerja, misalnya melalui tugas akhir atau skripsi yang berbasis proyek kewirausahaan.
“Kampus punya otoritas terhadap proses kelulusan. Bisa di-challenge, skripsi sambil membuka lapangan kerja, itu jadi KPI lulusan, sehingga konkret,” katanya menegaskan.
Terkait dengan tantangan sektor ekonomi kreatif, dia mengatakan literasi dan pembiayaan masih menjadi kendala utama.
Menurut dia, masih banyak pelaku yang belum menyadari dirinya termasuk dalam sektor ekonomi kreatif.
“Kendala yang kami cermati adalah literasi dan financing. Banyak pelaku ekraf yang tidak sadar bahwa mereka pelaku ekonomi kreatif, tapi sekarang sudah ada solusi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual atau IP financing yang digagas pemerintah dan sudah ada alokasinya tahun ini,” kata Kawendra.
Sementara itu, Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan kehadiran Ketua Umum Gekrafs menjadi motivasi bagi kampus untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan kewirausahaan.
Menurut dia, UMP menargetkan menjadi pusat kajian ekonomi kebangsaan di wilayah Banyumas, sekaligus mengembangkan pusat pemikiran dan gerakan ekonomi berbasis tokoh nasional asal Banyumas yang juga kakek dari Presiden Prabowo Subianto, yakni RM Margono Djojohadikusumo.
Ia menilai gagasan mendorong lulusan menjadi pencipta lapangan kerja sangat relevan dan akan ditindaklanjuti melalui program percontohan di sejumlah program studi.
“Idenya sangat kreatif, menciptakan mahasiswa bukan hanya sebagai pencari kerja tetapi juga pembuka lapangan kerja. Kita akan buat pilot project, terutama di bidang ekonomi, tapi pendidikan dan bidang lain juga memungkinkan karena banyak produk kreatif hasil riset yang bisa dihilirisasi,” katanya.
Baca juga: RI dan Thailand sepakat perbarui kemitraan di bidang ekonomi kreatif
Baca juga: Kemenekraf jajaki peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem musik
Baca juga: Menekraf tegaskan potensi strategis ekraf dalam ekonomi baru





