Merobohkan Hirarkisme dalam Transformasi Tata Kelola Haji dan Umrah

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Oleh : H Ki Jal Atri Tanjung; Pengamat Kebijakan Publik

REPUBLIKA.CO.ID,Di tengah perubahan lanskap komunikasi publik, negara tidak lagi bisa berdiri terlalu jauh dari rakyatnya. Bahasa yang kaku, jarak yang hirarkis, dan pola komunikasi satu arah perlahan kehilangan relevansi. Publik hari ini menuntut pendekatan yang lebih egaliter, negara yang bersedia berdialog, bukan sekadar memberi instruksi.

Dalam konteks itulah gaya komunikasi Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menarik untuk dibaca sebagai fenomena kepemimpinan publik yang berbeda.

Baca Juga
  • Curah Hujan Tinggi Hambat Rehabilitasi Sawah di Sumatera
  • Genjot Lifting Migas, Pemerintah Targetkan Reaktivasi 6.305 Sumur Tua
  • Peminat Madrasah Unggulan Melonjak, Hampir 37 Ribu Siswa Ikuti Seleksi Nasional

Dahnil kerap berbicara dengan cara yang apa adanya. Lugas kadang terasa bebas, bahkan sesekali menerabas batas-batas formalitas birokrasi. Bagi sebagian kalangan, gaya ini dianggap tidak konvensional. Di sisi lain, pendekatan tersebut justru memperlihatkan upaya merobohkan tembok hirarkisme yang selama ini membuat kebijakan terasa jauh dari masyarakat. Negara tidak lagi tampil sebagai otoritas yang berjarak, tetapi hadir dalam percakapan yang lebih setara.

Ia mencoba membangun kebebasan berdebat diruang digital yang tidak dilakukan oleh pejabat lain, dengan ringan  meladeni semua debat bahkan dengan bahasa ala "netizen", yang juga kerapkali dimanfaatkan  untuk menyerang secara  personal. Tapi bagi dia justru dimanfaatkan sebagai ruang dialektika yang menyumbang ide semakin dalam masuk ke ruang-ruang debat kebijakan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) memandu jamaah haji saat akan melakukan lempar jumrah pada gladi posko layanan operasional Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Haji 1447H/ 2026 M di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Gladi posko yang diikuti 352 petugas PPIH Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) tersebut untuk memantapkan kesiapan saat puncak pelaksanaan haji 2026 di Arab Saudi. - (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Salah satu diskursus yang memantik perdebatan publik Belakangan ini adalah gagasan opsi keberangkatan jemaah umrah melalui asrama haji dengan konsep One Stop Service. Wacana ini memunculkan beragam respons dukungan, kekhawatiran, hingga kritik terbuka. Dalam sejumlah penjelasan resmi, konsep tersebut ditegaskan sebagai pilihan sukarela (Opsional), bukan kewajiban, dengan tujuan memperkuat perlindungan jemaah sekaligus mendorong integrasi layanan haji dan penerbangan nasional.

Di titik ini, gaya komunikasi yang egaliter terlihat jelas. Alih-alih menutup ruang kritik, Dahnil justru membuka percakapan. Bahasa yang ia gunakan sering kali terasa seperti obrolan lintas ruang sosial tidak terjebak pada diksi birokrasi yang kaku. Pendekatan ini seakan menerabas batas antropologis antara negara dan masyarakat, menjadikan isu kebijakan yang kompleks lebih mudah dipahami publik.

Dari perspektif kebijakan publik, gagasan One Stop Service memperlihatkan upaya menggeser peran asrama haji dari sekadar fasilitas transit menjadi simpul integrasi layanan yang lebih modern. Pemeriksaan dokumen, proses check-in, hingga pengantaran jamaah dirancang dapat dilakukan sejak di embarkasi. Pro dan kontra yang muncul bukanlah anomali, melainkan bagian alami dari proses deliberasi yang sehat.

Narasi yang dibangun Dahnil juga tidak berhenti pada aspek teknis pelayanan. Ia berulang kali mengaitkan transformasi haji dan umrah dengan penguatan ekosistem ekonomi keumatan mulai dari optimalisasi maskapai nasional, tata kelola travel, hingga pemanfaatan fasilitas embarkasi sebagai ruang produktif.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muhammadiyah Jabar Mulai Puasa 18 Februari 2026, Tarawih Digelar Besok Malam  
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Bahlil kepada Emil Dardak: Pak Wagub, Gimana, Apa Sudah Mulai Goyang?
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Sebelum Digugat Cerai, Sejak Awal Sule Merasakan Keanehan Saat akan Berpisah dengan Lina Jubaedah
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Tembok Bangunan Mewah Timpa SMPN 182, Polisi: Kita Awasi Pembangunannya!
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Link Live Streaming Liga Italia Malam Ini: Napoli vs AS Roma
• 20 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.