Cerita Penjual Pernak-pernik Imlek di Medan, Laris Manis

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Nuansa merah mulai mendominasi di beberapa sudut Kota Medan jelang Perayaan Hari Imlek 2026. Di salah satu toko pernak-pernik di Jalan Gatot Subroto, warga tampak masih berdatangan untuk berburu lampion dan berbagai hiasan khas Tahun Baru China tersebut.

Pantauan kumparan pada Senin (16/2), salah satu toko yang masih diserbu pembeli yakni Kito Home Gallery.

Sutri Nurjani (28), salah satu pekerja di toko tersebut, menjelaskan bahwa masyarakat pada perayaan Imlek di tahun ini lebih antusias daripada tahun lalu. Ia mengatakan, omzet penjualan lebih meningkat.

"Kalau untuk penjualan tahun ini dan tahun lalu pastinya meningkat. Karena antusias masyarakat Medan itu kan semakin tahu tempat ini. Tahun lalu kita enggak ada adsense, sekarang sudah ada endorse juga. Jadi makin menyebar, makin tahu orang-orang," kata Sutri saat berbincang-bincang dengan kumparan di lokasi.

Sutri menyebutkan, barang-barang penjualan yang paling dicari dan telah diborong oleh masyarakat yaitu lampion. Barang lampion dibanderol dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 20.000 hingga ratusan ribu rupiah.

"Yang paling menarik itu pastinya lampion. Karena lampion kita itu kan kita ada stoknya, stoknya habis. Jadi ada lampion-lampion yang muter, yang merah itu sudah habis," ucap Sutri.

Ia mengatakan, pada bulan Januari 2026 lalu merupakan puncaknya para warga berbondong-bondong datang ke toko untuk membeli pernak-pernik Imlek.

Namun, pada bulan Februari ini para warga juga masih antusias membeli pernak-pernik, bahkan ada yang sudah membeli beberapa kali. Diperkirakan ratusan pengunjung datang setiap harinya.

"Orang yang selalu belanja itu enggak cukup sekali, nanti datang ke sini berulang-ulang untuk membeli," ujar Sutri.

"Kita biasanya tutup pukul 19.00 WIB, tapi semenjak Imlek ini mulai dari bulan 1 kemarin kita tutupnya diperlambat di pukul 21.00 WIB," lanjut Sutri.

Menurut Sutri, untuk omzet penjualan belum diperkirakan karena masih dalam perhitungan data hasil penjualan.

"Kalau untuk persentasenya hasil penjualan, kita belum cek data," tutup Sutri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kaesang: Kirab budaya PSI hidupkan UMKM dan seniman
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Netanyahu Pilih Absen pada Pertemuan Perdana Board of Peace
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Syuting Iklan Ramadan Bareng Syifa Hadju, El Rumi: Seru tapi Banyak Tantangan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Respons Geni Faruk Soal Tudingan Pilih Kasih ke Cucu
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Waspada Cuaca Ekstrem 16-19 Februari di Jakarta
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.