Kepolisian telah membuka jalur utama Surabaya-Gresik, tepatnya di kawasan Tambak Osowilangun hingga Branjangan yang sebelumnya ditutup akibat banjir rob dan tingginya curah hujan yang merendam wilayah tersebut sejak dini hari.
AKP Imam SR Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, menjelaskan pihaknya mulai membuka akses jalan secara bertahap, setelah ketinggian air dinilai aman untuk dilalui kendaraan, khususnya roda dua yang sebelumnya rentan mogok.
“Untuk jalur sudah kami buka tadi pukul 11.00 WIB karena sudah surut dan bisa dilalui. Untuk jam 12 tadi sudah normal kembali. Imbas kepadatan tadi sudah kita urai sampai ke arah Margomulyo. Sekarang arus lalin sudah normal kembali,” ujar AKP Imam saat dikonfirmasi Radio Suara Surabaya, Senin (16/2/2026) siang.
Meskipun sudah dapat dilalui, ia mengingatkan pengendara bahwa masih terdapat sisa genangan di sisi kiri jalan. “Masih ada genangan, namun sudah tidak tinggi. Kendaraan sudah bisa lewat,” tambahnya.
Adapun kemacetan panjang yang terjadi sejak pagi tadi, kata AKP Imam, dipicu tingginya volume kendaraan dari pekerja yang hendak menuju kawasan pergudangan dan pabrik di area Margomulyo hingga Osowilangun.
“Itu (antrean) mulai pagi, jam kerja, karena pabrik-pabrik ataupun pergudangan di area situ belum libur. Karena kepadatan arus lalu lintas, akhirnya jadi kemacetan. Tadi pagi pola awal kita tutup karena (air) masih tinggi dan hujan lagi,” jelas AKP Imam.
Meski saat ini kondisi sudah kondusif, dia menegaskan personel Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi rob susulan, dan curah hujan tinggi yang kerap terjadi menjelang perayaan Imlek.
“Kami tetap mengantisipasi sampai besok. Sebenarnya faktor utama itu rob-nya, naiknya air laut. Kalau laut debitnya naik, penampungan berhenti dan terjadi banjir. Apabila nanti curah hujan tinggi dan air kembali naik, jalur akan kembali kita alihkan,” tegasnya.
Sementara jika kondisi air kembali meningkat dan tidak memungkinkan untuk dilalui, pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengalihan arus.
Kendaraan roda 4 (R4) atau lebih diimbau masuk tol dan keluar di Exit Romokalisari. Sedangkan kendaraan roda 2 diarahkan melalui rute alternatif Tanjung Sari – Tandes – Benowo – Jalur GBT.
AKP Imam berpesan kepada masyarakat yang akan melintas untuk tetap waspada. “Sekarang sudah kondusif, monggo yang mau melintas. Namun tetap utamakan keselamatan dan lebih berhati-hati karena masih ada genangan saat melewati Branjangan sampai Osowilangun,” tutupnya. (bil/iss)




