Seorang perempuan Malaysia hidup di bawah garis kemiskinan selama 18 tahun di Lombok. Akhirnya, perempuan itu pulang ke Malaysia pekan lalu.
Pemulangan Norida Akmal Ayob (45) disampaikan Deputi Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah. Ia menyebut Norida pulang ke Malaysia bersama dua anaknya.
Shamsul mengatakan, Norida pindah ke Lombok bersama eks suaminya dan seorang putrinya. Saat itu, anak keduanya belum lahir.
"Namun, pernikahan itu berakhir, dan Norida jatuh miskin. Dia bekerja sebagai petugas kebersihan untuk menghidupi anak-anaknya setelah suaminya menikah lagi dan meninggalkannya,” ucap Shamsul seperti dikutip dari New Straits Times.
Sebelumnya, laporan media-media di Negeri Jiran menyebut Norida meminta bantuan Pemerintah Malaysia untuk memulangkannya. Apalagi, kata Norida, suaminya kerap mengancamnya.
Shamsul kemudian menjelaskan dirinya sudah menemui keluarga Norida. Dari sana, ia mendapat laporan kedua anak Norida tidak bersekolah dan telantar.
“Alhamdulillah, mereka pulang dengan selamat setelah dua dekade terpisah dari keluarga,” kata Shamsul.
Ia lalu memastikan pemulangan Norida dan anak-anaknya merupakan hasil koordinasi Pemerintah Malaysia, Kedutaan Malaysia di Indonesia, serta otoritas di Indonesia.
Kumparan telah menghubungi Kedutaan Malaysia di Jakarta untuk mengetahui lebih lanjut upaya pemulangan dan kondisi Norida, namun belum mendapat respons.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504588/original/075475300_1771244237-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_19.16.07.jpeg)

