Inflasi AS Melandai, Bitcoin Sempat Rebound Sebelum Terperosok

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pasar kripto kembali menunjukkan penguatan setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Bitcoin (BTC) sempat menyentuh level USD70.000 pada akhir pekan lalu usai pulih dari posisi USD65.000 pada pertengahan pekan.
 
Namun, penguatan tersebut belum sepenuhnya stabil. Berdasarkan data Senin, 16 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, Bitcoin tercatat melemah 1,35 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD68.850 atau setara Rp1,15 miliar.
 
Baca juga: Investor Menanti Rilis Data Inflasi AS, Bitcoin Melemah ke USD 66.000

Financial Expert Ajaib Panji Yudha menuturkan dominasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran 59 persen. Sementara itu, total kapitalisasi pasar aset kripto global turut terkoreksi 1,95 persen menjadi USD2,33 triliun. 
 
Pemulihan harga Bitcoin terjadi setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) AS Januari 2026 menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,5 persen, lebih rendah dibandingkan Desember yang mencapai 2,7 persen.

Angka tersebut memberi sinyal meredanya tekanan inflasi dan memunculkan optimisme bahwa kebijakan moneter ke depan berpotensi lebih akomodatif terhadap aset berisiko.
Kendati demikian, indikator sentimen Crypto Fear and Greed Index masih berada di level 8, yang mencerminkan kondisi ketakutan ekstrem di kalangan pelaku pasar. Pantauan Kebijakan Tarif AS Pelaku pasar juga mencermati agenda Mahkamah Agung AS yang dijadwalkan merilis keputusan pada 20 Februari 2026 terkait legalitas tambahan tarif impor darurat yang diberlakukan Presiden Donald Trump.
 
Putusan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar global, termasuk aset kripto, yang sensitif terhadap dinamika kebijakan perdagangan dan geopolitik. Sepanjang periode 9–13 Februari 2026, ETF Spot Bitcoin mencatatkan net outflow sebesar USD360 juta.
 
Produk milik BlackRock (IBIT) memimpin arus keluar dengan nilai USD235 juta, diikuti Fidelity Investments (FBTC) sebesar USD125 juta.Di sisi lain, produk Bitcoin Mini Trust milik Grayscale Investments mencatatkan arus masuk sebesar USD110 juta.
 
Secara keseluruhan, total nilai aset bersih ETF Bitcoin Spot kini mencapai USD87,04 miliar atau setara 6,33 persen dari total kapitalisasi pasar Bitcoin, dengan akumulasi inflow kumulatif sebesar USD54,33 miliar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Identitas Terbongkar! Polisi Kantongi Nama Sejoli yang Viral Mesum Dalam Taksi Online di Jaksel
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Tambah 1,09 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jatim Jelang Imlek dan Ramadan
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Dukung Persiapan Haji 2026, Garuda Indonesia Group Serahkan Mockup Pesawat di Aceh
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Usai Tetapkan Eks Kapolres Bima Kota Tersangka, Polri Janji Proses Oknum Narkoba
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Kemensos: 40 Ribu Peserta PBI JKN Telah Ajukan Reaktivasi BPJS
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.