jpnn.com, KARANGANYAR - Guru PPPK ini maju menjadi calon bupati atau cabup Karanganyar. Adalah Nanik Rohmatun, S.Pd., seorang guru PPPK di SMP Negeri 2 Tasikmadu Karanganyar memutuskan untuk maju sebagai calon bupati.
Majunya Nanik bukan tanpa alasan. Putri almarhum Kiai Muhammad Suradi, ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) ini mengaku mendapatkan ilham saat berada di Gua Syekh Maulana Maghribi.
BACA JUGA: Sinyal dari BKN soal Tuntutan Guru PPPK Alih Status menjadi PNS, Jangan Kecewa ya
"Tahun 2023, saya mendapatkan ilham di Gua Syekh Maulana Maghribi untuk maju dalam pemilihan bupati Karanganyar," kata Nanik kepada JPNN, Senin (16/2/2026).
Dia menceritakan, panggilan jiwa yang mengharuskannya secepatnya menyatakan diri untuk maju menjadi calon bupati perempuan kedua Kabupaten Karanganyar.
BACA JUGA: Meri Nawipa jadi Pj Bupati Perempuan Pertama di Papua Tengah
Nanik maju untuk menjadi kepala daerah dan mengangkat tentang 'keadilan'.
"Saya merasakan sendiri menjadi rakyat biasa tidak mendapatkan keadilan. Itu alasan kuat sehingga saya maju untuk cabup Karanganyar," tegasnya.
BACA JUGA: Adakah Peluang Formasi Guru PPPK Diganti PNS seperti Dosen? BKN Beri Bocorannya
Dalam perjalanannya, Nanik merasakan semesta berpihak kepadanya. Di mulai pada 2023, mendapatkan ilham saat dia berdiam di Gua Syekh Maulana Maghribi.
Syekh Maulana Maghribi adalah ulama besar asal Maroko (Maghrib) yang diyakini sebagai salah satu penyebar Islam awal di Jawa, bahkan sebelum era Walisongo, sekitar abad ke-14 hingga ke-15.
Sering disamakan dengan Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), Syekh Maulana berdakwah di berbagai daerah, meninggalkan petilasan penting seperti di Banyumas (Baturraden), Bantul (Parangkusumo), dan Cirebon.
Selanjutnya, pada 2024, Nanik mengaku mendapatkan mahkota Kabupaten Karanganyar
"Kun Fayakun. Saya yakin jika Allah SWT berkehendak jadilah, maka jadilah dia," ucap Nanik.
Nanik merasakan terpanggil karena melihat orang yang tertindas, dianiaya, dan tidak dilindungi, bahkan makin menjadi-jadi para pejahat itu.
Aparat penegak hukum yang seharusnya melindungi, tetapi tidak melindungi orang-orang yang teraniaya.
Saat ini Nanik masik aktif mengajar sebagai guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
"Saya masih aktif sebagai guru ASN PPPK. Oleh karena itu mohon dukungan dan doanya kepada Persatuan Guru Republik Indonesia.(PGRI) di seluruh Indonesia," pungkas Nanik Rohmatun. (esy/jpnn)
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad




