Komunitas Kalteng ajarkan anak kelola sampah plastik jadi media tanam

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Palangka Raya (ANTARA) - Program Komunitas Sabangau Ranger yang terdiri dari puluhan remaja berusia belasan tahun di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengajarkan anak mengelola sampah plastik, seperti botol dan gelas, sebagai media untuk menanam 50 tanaman.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari," kata Anggota Sabangau Ranger Srila Lestari di Palangka Raya, Senin.

Komunitas binaan Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) ini berkumpul di pondok yang berada di Jalan Manduhara, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, kemudian melakukan aksi membersihkan lingkungan dengan mengambil sampah-sampah plastik.

Kemudian dengan memanfaatkan botol serta gelas plastik, komunitas Sabangau Ranger menuangkan ide-ide kreatif mereka untuk mengubah sampah tersebut menjadi media tanam.

Salah seorang Anggota Sabangau Ranger lainnya, Nur Ariyati mengungkapkan kegiatan ini muncul berawal dari keresahan pihaknya terhadap kondisi lingkungan di sekitar Kelurahan Kereng Bangkirai yang kerap berserakan sampah-sampah plastik.

Baca juga: Pemkab Kapuas dapat dukungan dana pengelolaan sampah dari Bank Dunia

"Jadi harapannya kegiatan ini bisa mengurangi sampah plastik yang ada di sini. Kami juga ingin aksi ini menjadi contoh bagi yang lain untuk mendaur ulang sampah plastik," ucapnya.

Staf Edukasi Borneo Nature Foundation (BNF) Fuad mengatakan kali ini pihaknya hadir dengan memberikan sarana dan prasarana bagi anggota Sabangau Ranger dalam mendaur ulang sampah plastik. Salah satunya dengan menyediakan puluhan bibit bunga marigold, kangkung, cabai, pegagan, dan tanaman mint.

"Jadi sebelumnya kami telah memberikan pengetahuan kepada mereka. Pada hari ini dengan kesadaran mereka sendiri serta memanfaatkan HPSN 2026 ingin menerapkan secara langsung," ujarnya.

Fuad juga mengungkapkan aksi ini merupakan salah satu rangkaian dari Festival Anak Sabangau yang digelar BNF.

Dia berharap aksi menanam dengan menggunakan bahan daur ulang sampah plastik ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Baca juga: DLH Palangka Raya edukasi pengelolaan sampah pada pelajar

"Harapannya dari aksi ini, lebih banyak lagi pemuda di luar Kelurahan Kereng Bangkirai, yang melakukan aksi serupa. Apalagi kita tahu sampah plastik ini membutuhkan waktu hampir 500 tahun untuk bisa terurai. Jadi lebih baik di daur ulang agar tidak merusak lingkungan," kata Fuad.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyambut baik program edukasi lingkungan terhadap anak-anak yang dilakukan YBNI.

"Apalagi, upaya meningkatkan kepedulian dalam pengelolaan lingkungan bagi anak yang dilakukan dikemas melalui acara yang menyenangkan akan lebih merasuk pada jika anak," katanya.

Melalui berbagai program kerja YBNI, pihaknya berharap nilai-nilai positif dalam keterlibatan untuk menjaga lingkungan dapat tertanam pada anak, sehingga nantinya akan semakin tumbuh kesadaran pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan.

"Harapannya, ke depan kegiatan ini akan terus terlaksana. Apalagi YBNI juga bermitra dengan pemerintah kota dalam pengelolaan lingkungan," katanya.

Baca juga: BKSDA Kalteng: Buang sampah di sungai picu buaya sasar permukiman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko PM Minta Kepala Desa Update Data PBI JKN Bulanan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Serda Komang Harumkan Nama Nagekeo di Kejuaraan Nasional Pencak Silat
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Libur Tahun Baru Imlek 2026, Monas Buka Sampai 22.00 WIB pada 16-17 Februari 2026
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Israel Serang Tenda Pengungsian di Gaza, 11 Orang Tewas
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.