HARIAN FAJAR – Program IKAB-KIP Unhas Goes to School resmi digelar pada 9-10 Februari 2026 di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dengan tujuan utama memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi pelajar setempat yang selama ini minim mendapatkan sosialisasi terkait KIP Kuliah dan jalur masuk perguruan tinggi.
Ketua Umum IKAB-KIP Unhas, Tiara Amelia, menegaskan bahwa pemilihan Kabupaten Soppeng sebagai lokasi sosialisasi didasarkan pada pertimbangan strategis untuk menjangkau wilayah yang belum pernah tersentuh program serupa sebelumnya. Hal ini penting mengingat tingkat pendidikan perguruan tinggi di Soppeng masih rendah, sekitar 8,06%, dengan mayoritas penduduk hanya mencapai jenjang pendidikan menengah atau di bawahnya.
“Data nyata menunjukkan bahwa tingkat pendidikan perguruan tinggi di Soppeng masih rendah. Ini menjadi perhatian kami agar akses informasi tentang pendidikan tinggi bisa lebih merata,” jelas Tiara Amelia.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini tidak hanya memperluas jangkauan informasi, tetapi juga membantu pelajar dalam merencanakan karir dan memahami peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Metode Sosialisasi InteraktifSementara itu, Ketua Panitia IKAB-KIP Unhas Goes to School, A. Adli Ahmad Musakir, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan secara langsung dan interaktif di setiap sekolah yang dikunjungi. Pendekatan komunikasi dua arah diterapkan agar siswa benar-benar memahami materi yang disampaikan.
“Kami tidak hanya membuka sesi tanya jawab, tetapi juga aktif bertanya kembali kepada siswa-siswi. Dari situ kami bisa memastikan bahwa mereka benar-benar memahami apa yang telah disampaikan oleh pemateri,” katanya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Selain itu, panitia juga membentuk grup komunikasi khusus sebagai wadah konsultasi lanjutan bagi para peserta sosialisasi. Hal ini bertujuan untuk mendampingi siswa dalam proses pendaftaran, khususnya bagi yang ingin mendaftar KIP Kuliah maupun jalur masuk perguruan tinggi.
“Kami membuat grup untuk mewadahi siswa-siswi yang telah menerima materi sosialisasi agar mereka lebih leluasa bertanya. Panitia juga siap mendampingi mereka dalam proses pendaftaran,” beber Adli.
Adli Musakir juga berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata, terutama bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Harapan saya selaku Ketua Panitia, semoga apa yang telah kami berikan dan laksanakan betul-betul dapat terimplementasikan kepada adik-adik sekalian, khususnya yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetapi terkendala ekonomi,” pungkasnya.
Oleh: Lorensia Stepania
Mahasiswa Magang Fajar Unhas





