Jadwal Sidang Isbat Jam Berapa? Cek Info Selengkapnya

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan sidang isbat penetapan awal Ramadan 2026, besok. Pelaksanannya akan dimulai sejak sore hari.

Prosesi isbat diawali pengamatan hilal pada akhir bulan Syaban. Hasil pengamatan tersebut selanjutnya dibahas dalam sidang isbat yang akan dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, serta disiarkan secara langsung melalui televisi dan media sosial.

Sidang isbat melibatkan perwakilan organisasi masyarakat Islam, kedutaan besar negara-negara Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, ahli falak, DPR, hingga Mahkamah Agung. Dalam penentuan awal Ramadan, pemerintah mengintegrasikan metode hisab dan rukyat.

Baca Juga :

Izin Operasi Tempat Hiburan Malam di Karawang Dicabut Jika Beroperasi Saat Ramadan
Jadwal dan tahapan sidang isbat Merujuk laman Direktorat Jenderal Bina Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, jadwal sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yaitu:
  • Hari/tanggal: Selasa, 17 Februari 2026
  • Waktu: Mulai pukul 16.00 WIB
  • Lokasi: Auditorium Pusat H.M Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta.
Sidang isbat akan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) yang disampaikan oleh tim ahli hisab rukyat Kementerian Agama.

Tahap selanjutnya adalah verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pengamatan di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah lokasi strategis disiapkan untuk pemantauan, termasuk kemungkinan Masjid IKN yang telah diresmikan turut menjadi salah satu titik pengamatan hilal. Awal Ramadan Muhammadiyah 18 Februari 2026 Berdasarkan Fatwa Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.1/B/2025 dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026.

Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menentukan awal bulan hijriah berdasarkan perhitungan posisi bulan dan matahari secara astronomis. Metode ini telah lama menjadi pedoman Muhammadiyah dalam penentuan kalender hijriah.

Pemantauan hilal. Foto: Metrotvnews.com/Rhobi Sani Alasan Penentuan 1 Ramadan Bisa Berbeda Perbedaan penetapan awal Ramadan kerap terjadi karena penggunaan metode yang berbeda. Pemerintah menunggu hasil rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung hilal di langit Indonesia, yang harus memenuhi kriteria ketinggian tertentu serta dipengaruhi oleh faktor cuaca dan lokasi pengamatan.

Jika kondisi cuaca tidak mendukung, seperti berawan atau hujan, proses pengamatan hilal dapat mengalami hambatan sehingga berpengaruh terhadap penentuan awal puasa.

Sidang isbat sendiri menjadi momen penting dan paling dinantikan umat Islam di Indonesia karena menjadi dasar penetapan resmi awal ibadah puasa Ramadan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Warga Tinggi, Pemkot Tangerang Dukung Cahaya Hati Terus Digelar
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Petaka Racik Petasan, 3 Remaja di Grobogan Luka-Luka Akibat Ledakan Dahsyat, Bahan Dibeli Online
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG Sampai Mengeluarkan Peringatan
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Satgas Damai Cartenz Masih Buru Penembak Pilot Smart Av, 2 Teridentifikasi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Tabrak Lari di Jalan Yos Sudarso yang Tewaskan Dua Orang
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.