Palu (ANTARA) - Tim SAR gabungan mengevakuasi lima penumpang perahu motor yang mengalami mati mesin di perairan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Lima orang yang dievakuasi semuanya selamat," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu Muh Rizal di Palu, Senin.
Baca juga: SAR evakuasi lima penumpang perahu motor mati mesin di Banggai Laut
Dari laporan yang diterima pihaknya, perahu motor itu berangkat dari pelabuhan Banggai bertolak ke pelabuhan Bokan Kepulauan sekitar pukul 06.30 Wita. Sekitar pukul 10.30 Wita istri dari salah satu korban melaporkan peristiwa itu kepada Unit Siaga SAR Banggai Laut untuk meminta bantuan evakuasi.
Pada pukul 12.30 Wita, tim SAR gabungan melakukan persiapan dengan membagi tugas operasi, termasuk memastikan kesiapan alat utama (alut) rescue dengan memperhatikan petunjuk keselamatan kerja, sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.
"Setiap kegiatan operasi SAR, keselamatan personel juga bagian yang utama. Para korban ditemukan sekitar 13 mil laut dari pelabuhan Banggai pada koordinat 1°50'11.46"S - 123°28'40.98"E," ucap Rizal.
Ia menjelaskan dari lokasi penemuan perahu motor, para korban dan perahu yang ditumpangi selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Banggai di Banggai Laut.
"Tim SAR dan para korban tiba di Banggai sekitar pukul 15.05 Wita, kemudian seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga," kata dia.
Ia mengimbau warga maupun pemilik jasa transportasi laut selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan, tidak terkecuali hal-hal teknis pada komponen transportasi.
Baca juga: BPBD: Empat orang meninggal karena tanah longsor di Banggai Laut
Baca juga: Polisi menggagalkan penyelundupan 7.000 liter solar di Banggai Laut
Pada operasi tersebut tim didukung satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan sejumlah perahu nelayan, kemudian peralatan SAR air, peralatan medis maupun peralatan evakuasi.
"Tim SAR gabungan terdiri atas personel Pos SAR Banggai Laut, BPBD, pemerintah desa, nelayan setempat dan keluarga korban," katanya.
Adapun lima korban perahu motor yang mengalami mati mesin, yakni Feni/perempuan (35), Sunshine/perempuan (6), Rahmat/laki-laki (34), Richard/laki-laki (42), dan Aco/laki-laki (40).
"Setelah semua korban berhasil dievakuasi, kegiatan operasi SAR ditutup," ujarnya.
"Lima orang yang dievakuasi semuanya selamat," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu Muh Rizal di Palu, Senin.
Baca juga: SAR evakuasi lima penumpang perahu motor mati mesin di Banggai Laut
Dari laporan yang diterima pihaknya, perahu motor itu berangkat dari pelabuhan Banggai bertolak ke pelabuhan Bokan Kepulauan sekitar pukul 06.30 Wita. Sekitar pukul 10.30 Wita istri dari salah satu korban melaporkan peristiwa itu kepada Unit Siaga SAR Banggai Laut untuk meminta bantuan evakuasi.
Pada pukul 12.30 Wita, tim SAR gabungan melakukan persiapan dengan membagi tugas operasi, termasuk memastikan kesiapan alat utama (alut) rescue dengan memperhatikan petunjuk keselamatan kerja, sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.
"Setiap kegiatan operasi SAR, keselamatan personel juga bagian yang utama. Para korban ditemukan sekitar 13 mil laut dari pelabuhan Banggai pada koordinat 1°50'11.46"S - 123°28'40.98"E," ucap Rizal.
Ia menjelaskan dari lokasi penemuan perahu motor, para korban dan perahu yang ditumpangi selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Banggai di Banggai Laut.
"Tim SAR dan para korban tiba di Banggai sekitar pukul 15.05 Wita, kemudian seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga," kata dia.
Ia mengimbau warga maupun pemilik jasa transportasi laut selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan, tidak terkecuali hal-hal teknis pada komponen transportasi.
Baca juga: BPBD: Empat orang meninggal karena tanah longsor di Banggai Laut
Baca juga: Polisi menggagalkan penyelundupan 7.000 liter solar di Banggai Laut
Pada operasi tersebut tim didukung satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan sejumlah perahu nelayan, kemudian peralatan SAR air, peralatan medis maupun peralatan evakuasi.
"Tim SAR gabungan terdiri atas personel Pos SAR Banggai Laut, BPBD, pemerintah desa, nelayan setempat dan keluarga korban," katanya.
Adapun lima korban perahu motor yang mengalami mati mesin, yakni Feni/perempuan (35), Sunshine/perempuan (6), Rahmat/laki-laki (34), Richard/laki-laki (42), dan Aco/laki-laki (40).
"Setelah semua korban berhasil dievakuasi, kegiatan operasi SAR ditutup," ujarnya.





