JAKARTA, KOMPAS.com - Perbaikan tembok yang roboh di halaman SMPN 182 Jakarta ditargetkan selesai akhir pekan ini sebelum murid-murid kembali beraktivitas pada Senin pekan depan.
Kepala Unit Pengelola Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budiyono, mengatakan, perbaikan akan dilakukan sepenuhnya oleh pemilik bangunan di samping sekolah.
“Nanti akan dilakukan perbaikan oleh pemilik bangunan, ditargetkan selesainya tanggal 23 Februari nanti,” kata Budiyono, dihubungi, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Rencana Diperbaiki Usai Imlek, tapi Tembok Samping SMPN 182 Keburu Roboh
Selama sepekan ini, murid-murid SMPN 182 Jakarta libur panjang Imlek dilanjutkan dengan libur menyambut bulan Ramadhan.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini karena terjadi sata libur sekolah.
Hingga Senin sore, evakuasi tembok sepanjang 65 meter dan selebar 5,3 meter itu masih tampak berjalan.
Kepala SMPN 182 Jakarta, Narwan mengatakan, tembok sekolah setinggi 2 meter juga ikut roboh.
Selain itu, area taman dan sebagian ruang piket sekolah ikut tertimpa reruntuhan tembok.
Kemudian, jaringan internet dan saluran air di sekolah jadi terganggu.
“Saya berharap ini sebelum masuk sudah bersih semuanya. Hanya yang korbannya itu pagar, kemudian jaringan listrik, jaringan internet, jaringan air, taman, kemudian sedikit ini ruang piket, ruang tamu dengan segenap isinya, itu jadi korban,” jelas Narwan.
Baca juga: Robohnya Tembok Bangunan Berlantai Tiga di Samping SMPN 182 Setelah Lama Bikin Waswas
Bangunan rumah di samping sekolah itu sudah mangkrak selama sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu.
Saat tembok pembatas mulai miring karena pergeseran tanah, pihaknya langsung mengirim surat pemberitahuan kepada pemilik bangunan yang langsung direspons dengan baik oleh pemilik bangunan.
“Sudah bersurat untuk segera diadakan pembenahan. Yang sudah ditindaklanjuti, tapi baru pada pengecekan. Belum sampai ditindak lanjutin sudah roboh,” jelas Narwan.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur mengatakan, pihaknya akan mengawasi perbaikan semua fasilitas sekolah yang rusak akibat kejadian ini.
“Tentunya kami akan mengawasi kapan dimulainya pembangunan dan seperti apa nanti bangunannya. Karena ini kan fasilitas punya pemerintah ya, punya pemerintah daerah,” kata Mansur.
DIketahui, tembok setinggi 5,3 meter ini roboh pada Minggu (15/2/2026) pukul 11.22 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Aji, mengatakan, tembok roboh karena struktur tanah yang labil atau berupa tanah urukan.
Baca juga: Sebelum Roboh, Tembok SMPN 182 Jakarta Miring sejak Desember 2025
Akibatnya, saluran air dan halaman sekolah tertutup. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena tidak ada aktivitas di sekolah.
Setelah mendapat laporan dari warga, petugas Dinas Sumber Daya Air pun mula mebersihkan reruntuhan tembok pukul 13.00 WIB hingga larut malam, lalu dilanjutkan pada Senin pagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




