Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menilai penerapan kebijakan fleksibilitas bekerja atau Flexible Working Arrangement (FWA) menjadi instrumen krusial dalam mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan yang menyasar ASN dan pekerja swasta ini diharapkan dapat memecah konsentrasi pergerakan masyarakat sehingga tidak tertumpu pada hari-hari puncak menjelang hari raya.
“Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali. Sehingga, pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal," kata Dudy dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 16 Februari 2026.
Baca Juga :
Tarif Parkir 'Sultan' Tanah Abang Tembus Rp100 Ribu, Polisi BertindakBerdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, penerapan FWA pada tanggal 16, 17, serta 25-27 Maret mendatang terbukti efektif menekan potensi pergerakan pada H-5 dan H-3 Lebaran. Pola pergerakan masyarakat kini cenderung lebih terdistribusi mulai dari H-8, begitu pula pada arus balik. Dengan estimasi 143,9 juta orang yang akan bergerak, Menhub menekankan pentingnya manajemen waktu agar beban infrastruktur jalan tetap terjaga.
“Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu," ujar Dudy.
Ilustrasi mudik. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Meski data survei menunjukkan penurunan potensi pergerakan sebesar 1,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu, Kementerian Perhubungan tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah berasumsi jumlah realisasi lapangan akan tetap tinggi, sehingga kedisiplinan masyarakat dalam memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan angkutan tahun ini.
“Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman,” kata Dudy.




