FAJAR, MAKASSAR – Penyesuaian jadwal libur Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar bukan sekadar penataan kalender akademik. Lebih dari itu, Ramadan dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa pembelajaran selama Ramadan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi kurikulum reguler.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Sekolah kami dorong untuk memperbanyak kegiatan yang membentuk akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial peserta didik,” ujarnya.
Selama periode pembelajaran 23 Februari hingga 14 Maret 2026, sekolah diimbau menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan religius. Berbagai kegiatan dianjurkan, seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, kultum, hingga bakti sosial.
Menurut Achi, nilai-nilai empati, tanggung jawab, dan kedisiplinan harus menjadi bagian dari praktik keseharian siswa, bukan sekadar pemahaman teoritis.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya memahami makna puasa secara ritual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai empati, berbagi, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Disdik Makassar juga mengimbau orang tua untuk tetap memantau aktivitas anak selama masa libur awal Ramadan dan Idulfitri, agar waktu luang dimanfaatkan secara positif.
Dengan penyesuaian jadwal mengikuti SEB Tiga Menteri, siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 30 Maret 2026.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. (*)




