PEKALONGAN, KOMPAS.TV- Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang bekerja sama dalam kasus penembakan terhadap Amat Muzakhin, suami anggota DPRD Jawa Tengah bernama Nur Fatwah.
Demikian Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf dalam tayangan program Kompas Petang di KompasTV, Senin (16/2/2026).
“Kami pantau masih 1 orang pelaku, namun tidak menutup kemungkinan pelaku-pelaku lainnya yang ikut bekerja sama,” ucap AKBP Rachmad.
AKBP Rachmad mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa Amat Muzakhin, yang menjadi korban penembakan orang tidak dikenal. Selain Amat Muzakhin, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap 8 saksi lain yang berada di lokasi saat peristiwa.
Baca Juga: Koordinator SAR: Korban KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam Sudah Dipulangkan Semua Hari Ini
“Sudah melakukan pemeriksaan secara marathon terhadap 9 orang saksi yang ada di TKP dan kemudian juga, kami sudah melakukan pengambilan rekaman CCTV untuk dilakukan analisa sehingga mengumpulkan bukti-bukti pendukung dan juga untuk menemukan ciri-ciri pelaku yang lebih jelas,” ujarnya.
Sebelumnya, suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, Amat Muzakhin, menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di kediamanannya Kecamatan Kedung Wungi, Kabupaten Pekalongan, Jateng.
Sebagaimana tayangan kamera mengawas, Amat Muzakhin didatangi oleh pelaku dengan menggunakan sepeda motor yang plat nomornya ditutupi plastik. Pelaku kemudian, mengeluarkan pistol dan melepaskan satu tembakan yang mengenai bagian atas dinding plafon teras.
Baca Juga: Siswa Diduga Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Tulis, Hasto: Itu Pukulan Kemanusiaan, Tamparan Buat Kita
Amat Muzakhin diketahui tengah mendampingi kasus penculikan dengan terduga pelaku adalah anggota DPR RI. Pasca menjadi sasaran penembakan orang tidak dikenal, Amat memastikan dirinya masih fokus mengawal kasus penculikan tersebut.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- penembakan suami anggota dprd
- penembakan di pekalongan
- kapolres pekalongan
- penembakan amat muzakhin
- cctv
- dprd jawa tengah





